Desember 12, 2017

SAHABAT RASA ASING



Aku menganggap mereka sahabat. Karena aku merasa nyaman menghabiskan waktu bersama mereka, menceritakan hal-hal pribadiku pada mereka, dan aku mempercayai mereka.


 


Aku menanggapnya sahabat. Tapi sepertinya aku tak dianggap olehnya, aku seperti bukan siapa-siapa, aku tidak penting, aku tidak dipercaya. Bagaimana tidak? Diantara kita berlima, HANYA aku yang tidak tau, HANYA aku yang sengaja tidak diberitahu. Sesuatu hal yang sengaja disembunyikan dariku. Mengapa? Apa salahku?
 “Tidak ada rahasia diantara kita bede”, tapi apa ini?
“Jujur nah, banyak yang disembunyikan dari kau Darmi”. Itu pernyataan paling menyakitkan yang pernah kudengar dari mulut sahabatku sendiri.
Untukmu, orang yang kuanggap sahabatku.
            Mengapa menyembunyikan hal sepenting ini dariku? Sebegitu tidak pentingnyakah aku? Sebegitu tidak dipercayakah aku? Apa kesalahanku?
            Berita ini akan sangat menyakitkan jika bukan kau yang memberitahuku langsung. Tapi toh, itu sudah kuketahui sebelum kau mengatakannya. Atau mungkin kau tidak akan pernah mengatakannya, karena aku bukanlah apa-apa bagimu, aku bukan siapa-siapa bagimu. Ya, aku tidak penting.
            Ada banyak hal yang membuatku curiga, tapi aku mengacuhkan hal itu karena aku percaya. Aku pernah percaya pada apa yang dikatakan orang yang kuanggap sahabatku. Saat ada orang yang membicarakan hal yang kau sembunyikan ini, aku merasa seperti orang yang paling bodoh sedunia, bagaimana mungkin hal ini tidak kuketahui? Kita dekat, tapi terasa asing.
            Ini sudah terlambat, sudah terlalu lama. Jika kau jadi aku, bagaimana perasaanmu? Dibohongi oleh orang yang kau percaya, tidak dipercaya oleh orang yang kau anggap sahabatmu sendiri. Jika kau ingin tau bagaimana perasaanku, itu lebih sakit dari melihat ASH bersama perempuan lain. Aku tidak memikirkannya untuk waktu yang lama jika ASH bersama perempuan lain, tapi hal ini, aku terus memikirkannya, mencoba mencari tau alasan mengapa aku diperlakukan seperti ini oleh orang pentingku, orang yang kukhawatirkan, orang yang hampir kusayangi, sahabatku sendiri. Jika ASH bersama perempuan lain aku masih bisa tersenyum karena ada kau, tapi jika kau seperti ini, aku seperti tidak punya tempat untuk bercerita lagi. Aku kecewa, dan sekarang marah.
            Jika saja kau memberitahuku, dan menjelaskan alasan kau melakukan ini lebih awal, aku mungkin bisa mengerti. Karena aku juga seorang perempuan, aku juga berperasaan seperti seorang perempuan. Tapi dengan melakukan ini, sama saja kau mengatakan padaku: “Kau tidak bisa dipercaya dan kau bukanlah orang sepenting yang kuberitahu hal-hal pribadiku”
“Tegamu C**a kasih beginika, apa salahku? Lamami ini, lamamka salah paham, lamamka curiga, lamamko kuliat sama orang itu, tapi kuacuhkan terusji, karena percayaka sama kau. Sekarang sudah nuruntuhkan kepercayaanku. Mauka percaya sama siapa lagi setelah ini? Kalian berempat, keren! Karena bisa sembunyikan itu lama-lama, sayaji yang terlalu bodoh, sayaji yang terlalu mudah percaya, sayaji yang terlalu mudah dibohongi. Terima kasih nah.
Apa salahku? Apa keburukanku? Tidak enak rasanya dikasih begini, we. Tegamu semua, tegako! Sendirikuji tidak tahu, bodohku di?
Kecewaka sama kau C**a, ternyata tidak nuhargaija selama ini. Makasih banget nah.
Tenangmko we, tidak bakalanmko itu kularang-larang, tidak bakalanji itu kuganggui urusan pribadimu, tidak bakalanmka gangguiko, tidak bakalanmka ikut campur urusanmu. Karena ituji maumu, tidak perluja memang diberitahu, nda pentingja, nda ngaruhja.
C**a, nda enak skali rasanya nah, nyessek we, nukasih begituku.
Janganko mau kecewakan orang yang lahirkanko demi 1 orang yang baru kau kenal, belum kau tau asal usulnya, belum kau tau sifat dan perilaku aslinya. Sorry nah, ini terakhir saranku untuk kau, lain kali tidak bakalanmko ku ganggu, bakalan bebasmko dari orang seperti saya.
Tidak bakalanmko kumarah-marahi, larang-larang. Karena mungkin lebih nu percayaji dia daripada saya dan 3 orang itu. Tidak berpengaruhji  juga nasehatku daripada dia, lebih nudengarji juga dia daripada saya. Jadi, silakan lakukan apa yang mau kau lakukan. Terima kasih nah”
 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

© DYS - Twenty Three | Blogger Template by Enny Law