Aku menganggap mereka sahabat. Karena aku merasa nyaman
menghabiskan waktu bersama mereka, menceritakan hal-hal pribadiku pada mereka,
dan aku mempercayai mereka.
Aku menanggapnya sahabat. Tapi sepertinya aku tak
dianggap olehnya, aku seperti bukan siapa-siapa, aku tidak penting, aku tidak
dipercaya. Bagaimana tidak? Diantara kita berlima, HANYA aku yang tidak tau,
HANYA aku yang sengaja tidak diberitahu. Sesuatu hal yang sengaja disembunyikan
dariku. Mengapa? Apa salahku?
“Tidak ada rahasia
diantara kita bede”, tapi apa ini?
“Jujur nah, banyak yang disembunyikan dari kau Darmi”.
Itu pernyataan paling menyakitkan yang pernah kudengar dari mulut sahabatku
sendiri.
Untukmu, orang yang kuanggap sahabatku.
Mengapa
menyembunyikan hal sepenting ini dariku? Sebegitu tidak pentingnyakah aku?
Sebegitu tidak dipercayakah aku? Apa kesalahanku?
Berita
ini akan sangat menyakitkan jika bukan kau yang memberitahuku langsung. Tapi
toh, itu sudah kuketahui sebelum kau mengatakannya. Atau mungkin kau tidak akan
pernah mengatakannya, karena aku bukanlah apa-apa bagimu, aku bukan siapa-siapa
bagimu. Ya, aku tidak penting.
Ada
banyak hal yang membuatku curiga, tapi aku mengacuhkan hal itu karena aku
percaya. Aku pernah percaya pada apa yang dikatakan orang yang kuanggap
sahabatku. Saat ada orang yang membicarakan hal yang kau sembunyikan ini, aku
merasa seperti orang yang paling bodoh sedunia, bagaimana mungkin hal ini tidak
kuketahui? Kita dekat, tapi terasa asing.
Ini
sudah terlambat, sudah terlalu lama. Jika kau jadi aku, bagaimana perasaanmu?
Dibohongi oleh orang yang kau percaya, tidak dipercaya oleh orang yang kau
anggap sahabatmu sendiri. Jika kau ingin tau bagaimana perasaanku, itu lebih
sakit dari melihat ASH bersama perempuan lain. Aku tidak memikirkannya untuk
waktu yang lama jika ASH bersama perempuan lain, tapi hal ini, aku terus
memikirkannya, mencoba mencari tau alasan mengapa aku diperlakukan seperti ini
oleh orang pentingku, orang yang kukhawatirkan, orang yang hampir kusayangi,
sahabatku sendiri. Jika ASH bersama perempuan lain aku masih bisa tersenyum
karena ada kau, tapi jika kau seperti ini, aku seperti tidak punya tempat untuk
bercerita lagi. Aku kecewa, dan sekarang marah.
Jika
saja kau memberitahuku, dan menjelaskan alasan kau melakukan ini lebih awal,
aku mungkin bisa mengerti. Karena aku juga seorang perempuan, aku juga
berperasaan seperti seorang perempuan. Tapi dengan melakukan ini, sama saja kau
mengatakan padaku: “Kau tidak bisa dipercaya dan kau bukanlah orang sepenting
yang kuberitahu hal-hal pribadiku”
“Tegamu C**a kasih beginika, apa salahku? Lamami ini,
lamamka salah paham, lamamka curiga, lamamko kuliat sama orang itu, tapi
kuacuhkan terusji, karena percayaka sama kau. Sekarang sudah nuruntuhkan
kepercayaanku. Mauka percaya sama siapa lagi setelah ini? Kalian berempat,
keren! Karena bisa sembunyikan itu lama-lama, sayaji yang terlalu bodoh, sayaji
yang terlalu mudah percaya, sayaji yang terlalu mudah dibohongi. Terima kasih
nah.
Apa salahku? Apa keburukanku? Tidak enak rasanya dikasih
begini, we. Tegamu semua, tegako! Sendirikuji tidak tahu, bodohku di?
Kecewaka sama kau C**a, ternyata tidak nuhargaija selama
ini. Makasih banget nah.
Tenangmko we, tidak
bakalanmko itu kularang-larang, tidak bakalanji itu kuganggui urusan pribadimu,
tidak bakalanmka gangguiko, tidak bakalanmka ikut campur urusanmu. Karena ituji
maumu, tidak perluja memang diberitahu, nda pentingja, nda ngaruhja.
C**a, nda enak skali rasanya
nah, nyessek we, nukasih begituku.
Janganko mau kecewakan orang
yang lahirkanko demi 1 orang yang baru kau kenal, belum kau tau asal usulnya,
belum kau tau sifat dan perilaku aslinya. Sorry nah, ini terakhir saranku untuk
kau, lain kali tidak bakalanmko ku ganggu, bakalan bebasmko dari orang seperti
saya.
Tidak bakalanmko
kumarah-marahi, larang-larang. Karena mungkin lebih nu percayaji dia daripada
saya dan 3 orang itu. Tidak berpengaruhji
juga nasehatku daripada dia, lebih nudengarji juga dia daripada saya.
Jadi, silakan lakukan apa yang mau kau lakukan. Terima kasih nah”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar