Desember 12, 2017

Aku Masih Peduli #1



Senin, 07 Agustus 2017; 8:14
Sudah menjadi ritual dalam hari-hariku. Dirimu seperti gentayangan dalam otakku. Apa yang bisa kulakukan dengan ini? Memori tentangmu terputar kembali bak film layar lebar. Tak ada alasan dengan hal yang terus terjadi ini. Kau bukan lagi siapa-siapa bagiku, begitupun denganmu, aku bukan apa-apa bagimu. Kau hanyalah histori-ku. Bukan untuk disesali, tapi untuk dilupakan.





Source: www.google.com

Hatiku ngilu. Dengan mengingat adanya sebuah perpisahan. Aku tak bisa mengelak rasa sedih yang menampar hatiku jika aku mengingat hal itu. Tapi kata Dilan, rasa sedih jika ada itu harus berbatas demi peluang munculnya hari-hari menyenangkan selanjutnya.

Sederhana saja, tak ada lagi yang kuharapkan darimu, tak ada lagi yang kuinginkan darimu. Hanya saja, aku merasa sulit jika harus melenyapkan dirimu dalam pikiranku. Bagiku hal itu lebih sulit dari mengerjakan soal-soal kalkulus tingkat lanjut. Kupikir kau terlalu penting. Aku tau, inilah kebodohanku.
Seseorang mengatakan aku tak bisa melupakanmu karena aku tak pernah mencoba untuk melupakanmu. Bagaimana mencobanya? Apakah yang kulakukan selama ini bukan percobaan melupakanmu? Apakah melupakanmu adalah pekerjaan mudah yang dilakukan hanya dengan coba-coba, ya. Aku sedikit tidak setuju perihal ini. Dengar,ya. Tak semudah membalikkan telapak tangan, eh.
Jujur saja, aku tak peduli dengan siapa kau berpacaran sekarang. Aku tak peduli berapa banyak pacarmu sekarang. Aku tak peduli seberapa bahagia kau mempermainkan pacar-pacarmu. Tapi, Aku sangat peduli bagaimana kabarmu sekarang. Aku sangat peduli kau pulang ke rumah jam berapa. Aku sangat peduli kau tidak terlibat dari hal-hal yang akan merugikan dirimu, masa depanmu.
JN-ku. Aku peduli denganmu.
-----------------------------OOO---------------------------

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

© DYS - Twenty Three | Blogger Template by Enny Law