12 Agustus 2017—20:21
Aku
sekarang berada disini, dikamarku. Ditemani oleh lagu Sunyi Tetap Berdiri♪♪♪ yang
dibawakan oleh One Feel. Mencoba berusaha terlihat baik-baik saja yang pada kenyataannya
tidak. Egois memang.
Aku
tidak baik-baik saja karena kau, mungkin? Hehe. Aku merindukanmu lagi, eh. Jika
kau merasa bosan dengan rasa rinduku, maaf saja. Ini bukan keinginanku, malah
aku tak pernah tau jika pada akhirnya perasaan yang ada ini hanya menghasilkan
kerinduan yang tidak ada habisnya, Aku rindu kau JN.
Setelah
benci ada cinta, setelah cinta ada rindu. Aku sekarang berada di tahap rindu.
Benar-benar sulit untuk melewatinya. Aku berani bertaruh, kau pasti juga akan
sulit melewatinya jika orang yang kau rindukan itu adalah orang yang pernah kau
sayangi setengah mati, orang yang pernah memberikan kebahagiaan yang tak akan kau
dapatkan dari orang lain, orang yang pernah memperjuangkanmu dan kau
perjuangkan, orang yang kau cintai lebih dari dirimu sendiri.
Mungkin
menurutmu aku terlalu berlebihan dalam menggambarkan perasaanku, tapi itu terserah aku, aku tau
diriku, aku tau perasaanku, dan beginilah perasaanku. Yang akan selalu rindu
pada dirimu.
Mungkin
saat ini kau sedang bersenang-senang dengan orang lain, mungkin kau juga tak
pernah mengingatku walau sedetik, apalagi mengingat momen itu, momen kita yang
sudah menjadi histori yang sudah kau lupakan. Seperti sesuatu yang tidak
penting, yang mesti dilupakan agar memori otak terasa segar. Mungkin. Mungkin
kau begitu.
Jika
harus berkata jujur, sekarang aku tak mengharapkanmu berada didekatku. Aku
hanya ingin kau di masa depanku. Seperti kau yang pernah menginginkanku di masa
depanmu.
Aku
melupakanmu dengan terus mengingat kejadian itu, kejadian yang mampu mengubek
perasaanku hanya dengan beberapa detik adegan. Kejadian yang memilukan hatiku,
mendorong mataku mengeluarkan cairan bening, mengubah bahagia menjadi sakit.
Apakah kau tau JN? Aku melihatmu di tempat itu bersamanya. Kau dengan tersenyum
menyanyikan sebuah lagu untuknya di iringi alunan gitarmu. Sepertinya kau bahagia
saat itu, bersamaan dengan aku yang merasakan sakit dihati untuk kali pertama,
dan itu karena dirimu.
Setelah
itu aku sadar, aku bukanlah satu-satunya bagimu.
Kau
tau? Setelah hari itu pula hari-hariku denganmu pun perlahan berubah. Kau
mungkin santai-santai saja, namun aku khawatir, aku takut akan merasa sakit
lagi.
Kau
tau? Butuh waktu lama untuk memulihkan perasaanku kembali. Aku tak
menyalahkanmu atas hal ini, kau tidak bersalah, sungguh. Ini sudah menjadi takdir, untuk aku merasa
sakit. Sudah menjadi sebuah risiko dalam mencintai.
Terlepas
dari hal itu, hingga saat inipun perasaanku padamu masih tetap ada, dipupuk
oleh ingatan masa lalu yang indah. Dan menghasilkan rasa rindu yang sekarang
ini kurasakan, eh bukan, yang selama ini selalu kurasakan.
Sebenarnya,
hanya dengan mengingat kejadian menyakitkan itu, aku belum bisa melupakanmu
secara utuh, maaf, melupakan perasaan yang ada maksudku. Kupikir, ini karena
bahagia yang kau berikan lebih besar dari rasa sakit karena kejadian itu. Rasa
sakit itu hanyalah secuil jika dibandingkan dengan segunung rasa bahagiaku
karenamu. Kupikir karena itu.
Terima
Kasih, ya.
---------------------O.O----------------------
Tidak ada komentar:
Posting Komentar