Desember 29, 2017

Quotes of Putri 2 (A novel by Putu Wijaya)



“Seorang lelaki adalah makhluk yang lemah. Tubuh kami dikaruniai otot dan tenaga yang lebih besar dari kaum perempuan, untuk melindungi hati dan perasaan kami yang gampang sekali rapuh menghadapi berbagai cobaan di dalam kehidupan. Seperti Sang Bima dalam cerita wayang, kami semuanya kelihatan kasar dan berangasan. Tetapi kami tak punya apa-apa lagi selain kekasaran itu. Hanya itu bekal kami untuk menutupi diri kami yang serba kurang. Barangkali itulah sebabnya kelima Pandawa di dalam wayang memerlukan seorang Drupadi untuk mengetatkan simpulnya, sehingga kuat menghadapi cobaan hidup. Jangan mengartikan itu sebagai ajaran untuk berbagi istri. Itu adalah ajaran hidup, lambang penghormatan kepada wanita, betapa besarnya tenaga yang tersimpan di dalam tubuh mereka.” (hal 43)
“Keperkasaan tidak bisa diukur dari jasmani saja, karena perpaduan seimbang antara jasmani dan rohani juga adalah keperkasaan.” (hal 44)
“Jangan lupa, dalam merawat orang yang lemah, jangan sekali-kali menunjukkan kekuatan, nanti dia akan bertambah lemah. Berjanjilah akan menghormati kelemahan-kelemahannya. Penghormatanmu kepada kelemahannyalah yang akan membuat ia menjadi perkasa.” (hal 46)
“Aku merindukan kamu. Seluruh jiwa dan tubuhku mengharapkan kau kembali secepatnya. Jangan lari, karena kamu tidak akan pernah sampai. Yang kamu butuhkan adalah sebuah rumah untuk pulang. Aku bersedia menjadi rumahmu. Aku akan membahagiakan kamu. Apakah cinta begitu sulitnya, sehingga harus menempuh jalan berliku-liku? Kenapa kita tidak berterus terang saja, bahwa kita sebenarnya saling membutuhkan?” (hal 49)
“Menyesal itu tidak akan pernah terlambat. Semua penyesalan akan memberikan kesempatan kepada kamu untuk memperbaiki. Sedetik pun, kalau memang kamu pergunakan dengan baik, tetap akan punya arti.” (hal 255)
“Sekarang kamu tahu bahwa mencapai tujuan itu amat melelahkan. Kau kehilangan arah dan fokus. Kamu juga kehilangan tenaga. Seluruh energi dan kegagahanmu waktu mengejar hilang begitu saja, tertelan oleh misteri. Kamu menjadi tak berdaya karena kamu sudah sampai. Sekarang kamu boleh berpikir lagi. Mungkin perjalanan yang indah adalah perjalanan yang tak pernah sampai. Kebebasan yang paling bebas adalah kebebasan yang cacat. Kemerdekaan yang paling merdeka adalah ketidakmerdekaan. Kebahagiaan yang paling membahagiakan adalah kegagalan.” (hal 360)
“Apa artinya sebuah ‘ya’, kalau terdengar seperti ‘tidak’, bagi orang lain? Kebenaran menjadi sulit bukan karena memang tak mudah menemukannya,  tetapi terutama karena orang sengaja menangkap yang lain. Sesuatu yang lebih membahagiakan, memang lebih mudah diterima sebagai kebenaran.” (hal 436)

Novel seri kedua karya Putu Wijaya berjudul Putri ini, adalah novel yang penuh dengan pelajaran hidup, memberikan pengalaman baru kepada setiap orang yang membacanya. Sebuah novel yang berhasil menurutku. Pikiranku ikut berpetualang kemana saja cerita dalam novel itu pergi.
Novel ini adalah novel terberat yang pernah kubaca dengan jumlah halaman 596.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

© DYS - Twenty Three | Blogger Template by Enny Law