Desember 15, 2017

Move On #4



Hari ini Rabu, 27 Oktober 2017. Kupikir aku telah j**** c**** lagi. Aku tau ini tidaklah benar, dan aku tau ini harusnya tidak terjadi karena pada akhirnya ini hanya akan menyakiti salah satu di antara kami (jika terus berlanjut). Tapi aku juga tidak mampu menahan perasaanku yang terus berlarut-larut hingga jadinya seperti ini. Keadaan, oh tidak! Ini disengaja. Bukan olehku, tapi oleh mereka yang mengetahui perasaanku.
Aku akan menceritakannya lebih detail. Sudah hampir 2 semester, aku mengagumi seseorang. Aku beda kelas dengan orang itu, aku di kelas C, dia di kelas A. Sebut saja dia S. aku mengaguminya dengan alasan dia punya kualitas yang berbeda dengan pria lain. Ketika melihatnya, semangatku selalu bertambah hingga full. Ketika melihatnya, mood-ku yang tadinya kurang baik menjadi baik. Ketika melihatnya, aku yang sedang sedih menjadi bahagia, entah bagaimanapun kesedihanku. Bagiku, dia memang memiliki charisma tersendiri, yang entah bagaimana membuatku kagum.
Ketika ada kesempatan, sudah pasti aku ingin dekat dengannya. Ketika ada kesempatan, sudah pasti aku mencuri pandang terhadapnya. Aku tau sebagai seorang perempuan ini tidak baik. Tapi bagaimana menghentikannya? Aku selalu bahagia melihatnya. Salahkah aku jika ingin bahagia?
Beberapa kawanku yang kupercaya bisa menjaga rahasia, tau bahwa aku mengagumi S. Karena aku menceritakan kepada mereka. Dan… ketika ada kesempatan, mereka juga membuatku dekat dengan S (dekat dalam hal jarak ya, hehehe), mereka benar-benar mengerti kebahagiaanku. Mereka tau bagaimana mengendalikan mood-ku.
Aku suka dengan dia mulai saat ini. Aku suka banyak tentang dia, aku suka segalanya tentangnya, kecuali kebiasaan buruknya yang sering merokok, itu lain halnya, aku membencinya. Setiap melihatnya merokok aku merasa sedih, entah bagaimana. Jika kau berpikir aku berlebihan, aku setuju denganmu.
Masih ada yang ingin kuceritakan tentang S. yang juga membuatku sedih, juga down. Kata salah satu kawanku, S memiliki gebetan!! Oh NO‼‼ Itu sepertinya menyakitkan.
Jika aku diberi kesempatan untuk memilih, suatu saat nanti aku ingin memilih seorang pendamping hidup seperti S. Jangan tanya kenapa. Aku suka dia, suka sikap dan perilakunya, suka sifatnya. Dia lebih dari baik untuk menjadi seorang pemimpin, dia bijak, dia adil, dan perhatian. Eh, jangan tanya kenapa aku bisa menilainya seperti ini. Kurang lebih 2 semester, aku memperhatikannya. Dan kupikir aku dikaruniai bakat yang bisa mengenal orang melalui apa yang ia ucapkan, sikap dan tindakannya.
Aku tidak salah, dia orang yang baik. Dia tau cara menghargai orang lain, dia the best-lah.
Aigoo~ Sungguh beruntung orang yang akan menjadi kekasih halal-nya dia nanti. Aku iri.
~
Entah bagaimana, kupikir dia selalu melakukan hal yang aku sukai (atau aku yang selalu suka kelakuannya?). Dia selalu membuatku …. terpukau? Oh, It’s such a shame..
~
Jika ingin berpikir logis, aku ingin melupakan perasaan yang kumiliki (jika itu memang benar ada). Karena ini merugikan! Tapi terkadang aku terbawa oleh perasaan.
~
Seperti tadi, hanya kurang dari 3 detik aku melihatnya, hatiku menjadi lebih girang. Rasa ingin tahu ku tentangnya bertambah, aku ingin kenal dia lebih banyak, aku ingin terus berada di dekatnya (walaupun hanya menjadi secret admirer-nya).
------------oOo-------------

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

© DYS - Twenty Three | Blogger Template by Enny Law