Desember 29, 2017

Bukan Dia, Tapi Hujan #8




Assalamualaikum…
Malam ini, aku akan membahas perihal hujan. Tenang saja, bukan S*** tapi hujan. Berhubung karena sekarang sedang musim hujan, jadi hujan akan menjadi latar dalam menjalani hari-hari kedepan selama musim hujan.
Aku suka hujan. Iya, aku suka hujan. Ada banyak orang yang menyukai hujan, dan dengan berbagai alasan. Tapi mungkin kebanyakan alasan mereka adalah karena ada kenangan dibalik hujan. Ada hal yang tak akan terlupakan ketika hujan, atau mungkin sejenisnyalah. Dan seketika akan benci jika sesuatu hal yang buruk terjadi ketika hujan.
Aku tidak. Aku suka hujan, kemarin, hari ini, hari esok, dan hari-hari berikutnya. Aku juga memiliki kenangan ketika hujan, tapi itu tidak memberi dampak apapun bagiku walaupun aku bersama dengan someone special-ku dulu. Aku suka suasana ketika akan turun hujan, suka suasana ketika hujan sedang turun, suka suasana setelah hujan berhenti.
Ketika hujan, kurasa secara otomatis memberi perasaan tenang kepada diriku. Suara air hujan seperti melodi alami yang entah kenapa selalu mampu memberi perasaan sejuk dalam jiwaku. Segala masalah, seolah mencair seperti air hujan. Seolah Tuhan menurunkan hujan sengaja untuk menenangkanku, sengaja untuk aku nikmati.
Hujan adalah musik paling merdu yang pernah kudengar. Alami.
Hujan bisa datang kapan dan dimana saja, dengan cuaca mendung sebagai penanda bahwa ia akan jatuh. Tetapi biasa juga hujan dating tanpa adanya penanda mendung, dia dating ketika matahari sedang bersinar.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

© DYS - Twenty Three | Blogger Template by Enny Law