Desember 16, 2017

Cinta Kepada Allah



AKHLAK TERHADAP ALLAH SWT.
CINTA KEPADA ALLAH
Oleh: Darmiani
A.    Pendahuluan
Akhlak merupakan salah satu dari tiga pokok ajaran Islam  yang sangat penting. Akhlak adalah suatu sifat yang tertanam dalam jiwa manusia yang akan melahirkan suatu perbuatan. Jika sifat tersebut melahirkan suatu perbuatan yang baik menurut akal dan norma agama, maka dinamakan akhlak yang baik, dan jika sebaliknya sifat tersebut melahirkan suatu perbuatan yang buruk menurut akal dan norma agama, dinamakan akhlak yang buruk.
Akhlak adalah hasil dari pengembangan aqidah dan syariah. Akhlak ini tidak akan terwujud pada diri seseorang jika tidak memiliki aqidah dan syariah yang baik. Akhlak yang baik dalam Islam mencakup berbagai aspek, dimulai dari akhlak terhadap Allah hingga kepada sesama makhluk.
Akhlak kepada Allah dapat dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya adalah dengan mecintai Allah melebihi apa dan siapapun yang ada di dunia ini.Tujuan dari kajian akhlak terhadap Allah SWT: mencintai Allah melebihi siapapun adalah agar pembaca dapat lebih memahami dan mengetahui cara berakhlak yang baik kepada Allah dengan cara mencintai-Nya, dan pada akhirnya dapat memiliki komitmen untuk menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
B.     Pembahasan
Hal pertama yang dilakukan jika ingin mencintai Allah adalah dengan mengenal-Nya. Yang dimaksud mengenal Allah, tidak lain mengingat dan melaksanakan kewajiban yang diperintahkan Allah swt. Siapa yang menjalankan perintah dan meninggalkan larangan, berarti ia telah mendekati Allah (taqarrub kepada Allah).. Mengenal Allah melalui ciptaan-Nya, serta memikirkan kejadian langit dan bumi serta benda-benda alam yang terdapat di dalamnya. Mengenal diri sendiri sebagai ciptaan Allah yang sangat unik.
Manusia yang telah mengenal Allah dan ciptaan-Nya di alam semesta ini, akan terus mendekatkan dirinya kepada Allah menempatkan Allah sebagai satu-satunya sesembahan. la sangat yakin bahwasanya anugerah dan nikmat yang telah diterima dan dinikmatinya adalah pemberian Allah yang sangat banyak dan besar. Dengan karunia Allah yang besar itu ia melangkah dalam kehidupan dunia ini, dapat melaksanakan tugas-tugas hidup, mendapatkan makanan, minuman, pakaian, tempat tinggal di bawah kolong langit ini adalah karena kasih sayang Allah dan pemberian yang besar dan banyak itu. Ia merenungi pemberian Allah, lalu tumbuh rasa cinta yang mendekatkan dirinya kepada-Nya. Hamba yang sudah sampai makrifatnya ketingkat mahabbah (kecintaan dan orang yang mencintai), maka segala sesuatu yang dimilkinya, atau disayanginya tidak ada yang melebihi cintanya kepada Allah. Segala sesuatu yang melekat pada dirinya, bukan penghalang baginya untuk melaksanakan ibadah, berhadapan dengan Allah yang dicintainya.
Kalimat dan ayat Al-Qur’an yang selalu dibaca dalam doa iftitah menunjukkan bahwa segala yang melekat pada manusia dalam hidupnya hanyalah dipersembahkan kepada Allah Pencipta alam semesta. Allah swt. mengingatkan kita dalam Al Qur’an bagaimana seharusnya mencintai Allah dan Rasul-Nya. Berdasarkan Q.S Al-Imran 03:31:
Terjemahnya: Katakanlah: “Jika kami (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.” Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
Mencintai Allah swt dan Rasulullah Muhammad saw tidak hanya mengetahui adanya agama Islam sebagai wahyu Allah kepada Nabi Muhammad saw saja, atau hanya sekadar mempelajari agama Islam dan memahaminya secara ilmiah saja. Cara ini adalah sebagian saja dari cara mencintai Allah dan Rasul-Nya.
Agama Islam dan seluruh ajarannya adalah Kalamullah (kalimat Allah) yang dijadikan pedoman hidup umat manusia. Seluruhnya adalah wahyu untuk keselamatan dan kesejahteraan manusia di dunia dan akhirat kelak. Kalam Allah ini barulah berarti dan berfungsi bagi manusia apabila menjadi satu dalam kehidupan lahir dan batin manusia, sudah tentu caranya adalah dengan mengamalkannya secara utuh dan bersih. Dijadikan pakaian dan hiasan hidup sehari-hari, maupun dalam sikap dan tingkah laku hidup.
C.    Penutup
Berdasarkan pembahasan di atas, jika ingin mencintai Allah hal yang dilakukan terlebih dulu adalah mengenal-Nya dengan cara mendekatkan diri kepada Allah dan menempatkan Allah sebagai satu-satunya sesembahan. Ada banyak cara dalam mendekatkan diri kepada-Nya, salah satunya adalah dengan mengamalkan Al-Qur’an dan Sunnah secara rutin dalam kehidupan sehari-hari. Maka dengan cara ini, atas kehendak Allah, Dia akan mengampuni segala dosa-dosa kita dan Dia akan mencintai kita pula.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

© DYS - Twenty Three | Blogger Template by Enny Law