AKHLAK
TERHADAP ALLAH SWT.
CINTA
KEPADA ALLAH
Oleh: Darmiani
A.
Pendahuluan
Akhlak merupakan salah satu dari tiga pokok ajaran Islam yang sangat penting. Akhlak adalah suatu
sifat yang tertanam dalam jiwa manusia yang akan melahirkan suatu perbuatan.
Jika sifat tersebut melahirkan suatu perbuatan yang baik menurut akal dan norma
agama, maka dinamakan akhlak yang baik, dan jika sebaliknya sifat tersebut
melahirkan suatu perbuatan yang buruk menurut akal dan norma agama, dinamakan
akhlak yang buruk.
Akhlak adalah hasil dari pengembangan aqidah dan syariah. Akhlak
ini tidak akan terwujud pada diri seseorang jika tidak memiliki aqidah dan
syariah yang baik. Akhlak yang baik dalam Islam mencakup berbagai aspek,
dimulai dari akhlak terhadap Allah hingga kepada sesama makhluk.
Akhlak kepada Allah dapat dilakukan dengan berbagai
cara, salah satunya adalah dengan mecintai Allah melebihi apa dan siapapun yang
ada di dunia ini.Tujuan dari
kajian akhlak terhadap Allah SWT: mencintai Allah melebihi siapapun adalah agar
pembaca dapat lebih memahami dan mengetahui cara berakhlak yang baik kepada
Allah dengan cara mencintai-Nya, dan pada akhirnya dapat memiliki komitmen
untuk menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
B. Pembahasan
Hal pertama yang dilakukan jika ingin mencintai Allah adalah dengan
mengenal-Nya. Yang dimaksud mengenal Allah, tidak lain mengingat dan
melaksanakan kewajiban yang diperintahkan Allah swt. Siapa yang menjalankan
perintah dan meninggalkan larangan, berarti ia telah mendekati Allah (taqarrub
kepada Allah).. Mengenal Allah melalui ciptaan-Nya, serta memikirkan kejadian
langit dan bumi serta benda-benda alam yang terdapat di dalamnya. Mengenal diri
sendiri sebagai ciptaan Allah yang sangat unik.
Manusia yang
telah mengenal Allah dan ciptaan-Nya di alam semesta ini, akan terus
mendekatkan dirinya kepada Allah menempatkan Allah sebagai satu-satunya
sesembahan. la sangat yakin bahwasanya anugerah dan nikmat yang telah diterima
dan dinikmatinya adalah pemberian Allah yang sangat banyak dan besar. Dengan karunia
Allah yang besar itu ia melangkah dalam kehidupan dunia ini, dapat melaksanakan
tugas-tugas hidup, mendapatkan makanan, minuman, pakaian, tempat tinggal di
bawah kolong langit ini adalah karena kasih sayang Allah dan pemberian yang
besar dan banyak itu. Ia merenungi pemberian Allah, lalu tumbuh rasa cinta yang
mendekatkan dirinya kepada-Nya. Hamba yang sudah sampai makrifatnya ketingkat
mahabbah (kecintaan dan orang yang mencintai), maka segala sesuatu yang
dimilkinya, atau disayanginya tidak ada yang melebihi cintanya kepada Allah.
Segala sesuatu yang melekat pada dirinya, bukan penghalang baginya untuk
melaksanakan ibadah, berhadapan dengan Allah yang dicintainya.
Kalimat dan
ayat Al-Qur’an yang selalu dibaca dalam doa iftitah menunjukkan bahwa segala yang
melekat pada manusia dalam hidupnya hanyalah dipersembahkan kepada Allah
Pencipta alam semesta. Allah swt. mengingatkan kita dalam Al Qur’an bagaimana
seharusnya mencintai Allah dan Rasul-Nya. Berdasarkan Q.S Al-Imran 03:31:
Terjemahnya:
Katakanlah: “Jika kami (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya
Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.” Allah Maha Pengampun lagi Maha
Penyayang.
Mencintai Allah
swt dan Rasulullah Muhammad saw tidak hanya mengetahui adanya agama Islam
sebagai wahyu Allah kepada Nabi Muhammad saw saja, atau hanya sekadar
mempelajari agama Islam dan memahaminya secara ilmiah saja. Cara ini adalah
sebagian saja dari cara mencintai Allah dan Rasul-Nya.
Agama
Islam dan seluruh ajarannya adalah Kalamullah (kalimat Allah) yang dijadikan
pedoman hidup umat manusia. Seluruhnya adalah wahyu untuk keselamatan dan
kesejahteraan manusia di dunia dan akhirat kelak. Kalam Allah ini barulah
berarti dan berfungsi bagi manusia apabila menjadi satu dalam kehidupan lahir
dan batin manusia, sudah tentu caranya adalah dengan mengamalkannya secara utuh
dan bersih. Dijadikan pakaian dan hiasan hidup sehari-hari, maupun dalam sikap
dan tingkah laku hidup.
C.
Penutup
Berdasarkan pembahasan di atas, jika ingin mencintai Allah hal yang
dilakukan terlebih dulu adalah mengenal-Nya dengan cara mendekatkan diri kepada
Allah dan menempatkan Allah sebagai satu-satunya sesembahan. Ada banyak cara
dalam mendekatkan diri kepada-Nya, salah satunya adalah dengan mengamalkan
Al-Qur’an dan Sunnah secara rutin dalam kehidupan sehari-hari. Maka dengan cara
ini, atas kehendak Allah, Dia akan mengampuni segala dosa-dosa kita dan Dia
akan mencintai kita pula.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar