Desember 29, 2017

Perihal Rindu Dan Menghilang #9




27 November 2017
18 tahun 4 hari yang lalu, hari itu hari selasa. Tepat jam 12 siang, di Taipale’leng, kamarku.
Aku tak tahu kenapa memikirkan hal ini, tapi sebagian besar otakku mengatakan aku mengharapkan do’a dari sahabat-sahabatku. Aku merindukan sahabat lamaku, aku ingin bertemu mereka, menghapus rasa rindu yang beberapa bulan belakangan ini seolah mencekikku, tidak memberi ruang kedamaian untuk aku menikmati hari-hari bahagia bersama kawan-kawan baruku. Rindu! Benar kata Dilan, rindu itu berat. Tapi aku adalah perempuan kuat, yang masih bertahan hingga hari ini walaupun dihantui perasaan rindu, yang masih bertahan hingga saat ini dengan perasaan cinta yang diam-diam.
Perihal memendam perasaan, itu tidaklah mudah. ‘Tak semudah membalikkan telapak tangan’. Aku tak tahu siapa orang yang pertama kali mengatakan itu, tapi aku cukup setuju dengannya.
Eh tunggu, tadi kusebutkan perasaan cinta yang diam-diam. Ini kuralat, maksudku apa yang kurasakan padanya adalah perasaan yang tak mampu dituliskan oleh kata, tak cukup dijelaskan oleh kalimat, tak terdefinisi, tanpa kejelasan, tanpa titik akhir, tanpa arah, tanpa tujuan, cenderung mendiami hati.
Tapi tetap saja, dengan menulis ini, dengan memikirkannya, bibirku reflex tertarik hingga membentuk bulan sabit.
Ini adalah hari ketiga aku tidak melihatnya, entah dimana.
Aku pernah mendengar seseorang dalam drama yang pernah kunonton berkata, beberapa hal terlihat bagai fantasi karena mereka begitu jauh, seperti bintang-bintang. Begitulah dengan orang-orang yang begitu indah, mereka menghilang dengan cepat.
Karena bagiku dia adalah orang indah itu, berarti cepat atau lambat dia akan menghilang dari hadapanku. Memenuhi keinginanku tentang dirinya juga hanya seperti fantasi kupikir, dan jika kujadikan sebuah cerita, mungkin itu akan menjadi cerita fantasi dengan khayalan tinggi menghampiri batas. Bayangkan saja, jika aku berharap menjadi seseorang berharga baginya kelak, yang pada masa kini saja dia mungkin jarang menengok ke arahku, apalagi memandangku, kan? Ini mungkin akan menjadi cerita cinta sepihak yang menyedihkan.
Perihal dia akan menghilang,
Itu tidak apa-apa bagiku, asalkan ketika dia pergi, dia bisa menemukan apa yang dia cari, mendapatkan apa yang dia ingin. Juga, asalkan ia mampu menjaga diri dari hal-hal buruk, asalkan ia selalu berada dalam keadaan yang baik-baik saja, baik jiwa raga maupun perihal hati dan perasaan. Asalkan tak akan ada yang pernah menyakitinya, kubiarkan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

© DYS - Twenty Three | Blogger Template by Enny Law