29 Oktober 2017
Selamat malam! Pukul 21:29 WITA, aku memulai.
Ketika kupikir,
aku malu kepada diriku. Kenapa aku seperti ini? Kenapa aku menjadi mudah
terbawa perasaan? Kenapa aku jadi lebay
begini? Seringkali aku berpikir seperti itu. Dulu, jika kuingat-ingat aku bukan
orang yang seperti ini. Dulu, responku jika teringat JN itu biasa saja. Itupun
aku menyimpannya sendiri, tidak se-lebay
sekarang. Kupikir aku over. Tapi, Aku
tidak tahu bagaimana menahan diriku untuk tidak melakukannya. Ini buruk. Tidak
baik jika berlebihan.
Perasaan bisa
berubah, tidak peduli kapan dan dimana. Aku tahu betul hal itu. Tapi jika
berurusan dengan Syarif, aku kembali kepada diriku yang kawanku katakan lebay. Aku tahu dan itu benar. Tapi lagi
dan lagi aku tak tahu cara untuk tidak melakukannya. Aku seperti tidak sadar,
dan itu reflex terjadi pada diriku.
Dan yang paling
membingungkan, sampai saat ini aku belum tahu apa perasaanku kepadanya. Rasa
ingin tahu, tertarik, suka, sayang, ataupun cinta (kupikir bukan yang terakhir).
Yang aku tahu, aku hanya mau kepadanya. Aku ingin dengannya suatu hari nanti.
Aku ingin menjadi perempuan kedua setelah ibunya yang berperan penting dalam
hidupnya. Aku ingin dia dimasa depanku. Aku mau kepadanya dimasa yang akan
datang dan untuk waktu yang tak terhitung lamanya. Aku mau dia nanti, bukan
saat ini.
Jika aku ingin
seperti itu, menurutmu apa? Bagaimana perasaanku yang sebenarnya untuknya?
Beberapa hari
ini, aku seperti marah. Entah kepada siapa. Melihatnya menjadi laki-laki
normal.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar