MAKALAH
KEWIRAUSAHAAN
SIKAP DAN
PERILAKU WIRAUSAHAWAN
DISUSUN OLEH:
KELOMPOK III
DARMIANI (60600116012)
MUSFIRAH (60600116074)
NUR ARIFAH ZAENAL (60600116051)
JURUSAN MATEMATIKA
FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI ALAUDDIN MAKASSAR
FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI ALAUDDIN MAKASSAR
2017
KATA PENGANTAR
Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Alhamdulillah, puji syukur kehadirat Allah SWT yang
telah melimpahkan rahmat, hidayah, dan Inayah-Nya penyusun panjatkan kehadirat Allah
SWT, karena hanya dengan izin dan kuasa-Nyalah penyusun dapat menyusun dan
menyelesaikan makalah “Sikap
dan Perilaku Wirausahawan” ini dengan
baik.
Segala daya dan upaya penyusun
lakukan untuk menyusun makalah ini, akan tetapi dengan keterbatasan waktu,
tenaga dan minimnya pengalaman, tentunya masih banyak kekurangan di dalamnya.
Oleh karena itu, penyusun memohon maaf
yang sebesar-besarnya dan kritik serta saran sangat penyusun harapkan dengan
hati terbuka dan lapang dada untuk menyempurnakan langkah penyusun kedepan.
Semoga
makalah ini dapat bermanfaat khususnya bagi pembaca umumnya bagi semua pihak
dan mudah-mudahan Allah SWT memberikan rahmat dan karunianya pada kita umat
manusia. Aamin
Samata-Gowa,
21 Maret 2017
Penyusun
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Pada
zaman keterpurukan ekonomi yang sedang dialami oleh bangsa Indonesia, sebagai
masyarakat Indonesia harus bisa menyerukan pentingnya pembangunan jiwa
kewirausahaan (entrepreneurship) sehingga kebanyakan masyarakat tidak ragu lagi
dalam mengambil langkah untuk menjadi calon wirausaha. Sesungguhnya semua
masyarakat adalah calon-calon wirausaha yang baik, tinggal bagaimana mengolah
jiwa entrepreneurship yang berhasil. Jika hal ini terealisasi akan memberikan
nafas lega untuk pemerintah karena bisa mengurangi pengangguran dan
mengentaskan kemiskinan. Perubahan dan perbaikan nasib harus didasarkan pada
kehendak, keinginan, dan kerja keras. Oleh karena itu, peranan wirausaha sangat
penting untuk menentukan masa depan bangsa dan negara.
Untuk dapat
mencapai tujuan-tujuannya, maka diperlukan sikap dan perilaku yang mendukung
pada diri seorang wirausahawan. Sikap dan perilaku sangat dipengaruhi oleh
sifat dan watak yang dimiliki oleh seseorang. Sifat dan watak yang baik,
berorientasi pada kemajuan dan positif merupakan sifat dan watak yang
dibutuhkan oleh seorang wirausahawan agar wirausahawan tersebut dapat maju dan sukses.
Ciri khusus perilaku orang
dengan kerja yang prestatif ialah selalu ingin maju disegala bidang. Dengan
demikian orang tersebut akan memancarkan sifat yang terpuji. Dan orang yang
selalu ingin maju harus mau belajar banyak serta mempunyai keyakinan yang kuat
dalam usahanya. Sebagai contoh adalah karakter orang-orang Jepang terhadap
pekerjaan yaitu senang bekerja dan
sangat loyal pada pekerjaannya. Orang yang senang bekerja tak akan
membuang-buang waktu. Orang yang tidak membuang-buang waktu pasti akan lebih
sukses,dalam setiap usahanya. Dan pastinya orang yang sukses dalam bekerja
selalu ingin maju dan berprestasi.
B.
Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah dalam
penyusunan makalah ini adalah sebagai berikut:
1.
Apa saja sikap dan perilaku wirausahawan?
2.
Apa motivasi untuk memiliki sikap dan perilaku wirausahawan?
3. Bagaimana melatih sikap dan perilaku
kerja dalam wirausaha?
C.
Tujuan
Adapun tujuan dalam penyusunan
makalah ini adalah sebagai berikut:
1. Untuk mengetahui sikap dan perilaku
wirausahawan.
2. Untuk mengetahui motivasi untuk
memiliki sikap dan perilaku wirausa- hawan.
3. Untuk mengetahui cara melatih sikap
dan perilaku kerja dalam wirausaha.
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Sikap dan Perilaku Wirausahawan
Seorang
wirausaha dalam bekerja harus selalu berambisi ingin maju di segala bidang.
Berambisi selalu ingin maju, harus melihat beberapa hal yaitu persaingan bebas,
perubahan yang semakin cepat dan selarasnya arus informasi yang makin
mengglobal tanpa mengenal batas negara. Hakikatnya persaingan bebas adalah
persaingan disegala bidang yang memungkinkan terjadinya 3 hal yaitu: menang,
bertahan, dan tergilas. Perubahan yang semakin cepat disegala bidang terutama
dalam perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. Dan semakin derasnya arus
informasi menuntut sikap dan perilaku kerja wirausahawan.
Adapun
sikap
seorang wirausahawan yang dapat diangkat dari kegiatannya sehari-hari, sebagai
berikut:
1. Disiplin
Dalam melaksanakan kegiatannya, seorang wirausahawan
harus memiliki kedisiplinan yang tinggi. Arti dari kata disiplin itu sendiri
adalah ketepatan komitmen wirausahawan terhadap tugas dan pekerjaannya. Ketepatan
yang dimaksud bersifat menyeluruh, yaitu ketepatan terhadap waktu, kualitas
pekerjaan, sistem kerja dan sebagainya. Ketepatan terhadap waktu, dapat dibina
dalam diri seseorang dengan berusaha menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan
waktu yang direncanakan. Sifat sering menunda pekerjaan dengan berbagai macam
alasan, adalah kendala yang dapat menghambat seorang wirausahawan meraih
keberhasilan. Kedisiplinan terhadap komitmen akan kualitas pekerjaan dapat
dibina dengan ketaatan wirausahawan akan komitmen tersebut.
2. Komitmen Tinggi
Komitmen adalah kesepakatan mengenai sesuatu hal
yang dibuat oleh seseorang, baik terhadap dirinya sendiri maupun orang lain. Dalam
melaksanakan kegiatannya, seorang wirausahawan harus memiliki komitmen yang
jelas, terarah dan bersifat progressif (berorientasi pada kemajuan). Komitmen
terhadap dirinya sendiri dapat dibuat dengan mengidentifikasi cita-cita,
harapan dan target-target yang direncanakan dalam hidupnya. Sedangkan contoh
komitmen wirausahawan terhadap orang lain terutama konsumennya adalah pelayanan
prima yang berorientasi pada kepuasan konsumen, kualitas produk yang sesuai
dengan harga produk yang ditawarkan, problem solving bagi masalah konsumen, dan
sebagainya. Seorang wirausahawan yang teguh menjaga komitmennya terhadap
konsumen, akan memiliki nama baik (goodwill) di mata konsumen yang akhirnya
wirausahawan tersebut akan mendapatkan kepercayaan dari konsumen, dengan dampak
pembelian terus meningkat sehingga pada akhirnya tercapai target perusahaan
yaitu memperoleh laba yang diharapkan.
3. Jujur
Kejujuran merupakan landasan moral yang terkadang
dilupakan oleh seorang wirausahawan. Kejujuran dalam berperilaku bersifat
kompleks. Kejujuran mengenai karakteristik produk (barang dan jasa) yang
ditawarkan, kejujuran mengenai promosi yang dilakukan, kejujuran mengenai
pelayanan purna jual yang dijanjikan dan kejujuran mengenai segala kegiatan
yang terkait dengan penjualan produk yang dilakukan oleh
wirausahawan.
wirausahawan.
4. Kreatif dan Inovatif
Untuk memenangkan persaingan, maka seorang
wirausahawan harus memiliki daya kreativitas yang tinggi. Daya kreatifitas
tersebut sebaiknya adalah dilandasi oleh cara berpikir yang maju, penuh dengan
gagasan-gagasan baru yang berbeda dengan produk-produk yang telah ada selama
ini di pasar. Gagasan-gagasan yang kreatif umumnya tidak dapat dibatasi oleh
ruang, bentuk ataupun waktu. Justru seringkali ide-ide jenius yang memberikan
terobosan-terobosan baru dalam dunia usaha awalnya adalah dilandasi oleh
gagasan-gagasan kreatif yang kelihatannya mustahil.
Gagasan-gagasan yang jenius umumnya membutuhkan daya inovasi yang tinggi dari wirausahawan yang bersangkutan. Kreativitas yang tinggi tetap membutuhkan sentuhan inovasi agar laku di pasar. Inovasi yang dibutuhkan adalah kemampuan wirausahawan dalam menambahkan nilai guna/nilai manfaat terhadap suatu produk dan menjaga mutu produk dengan memperhatikan “market oriented” atau apa yang sedang laku dipasaran. Dengan bertambahnya nilai guna atau manfaat pada sebuah produk, maka meningkat pula daya jual produk tersebut di mata konsumen, karena adanya peningkatan nilai ekonomis bagi produk tersebut bagi konsumen.
Gagasan-gagasan yang jenius umumnya membutuhkan daya inovasi yang tinggi dari wirausahawan yang bersangkutan. Kreativitas yang tinggi tetap membutuhkan sentuhan inovasi agar laku di pasar. Inovasi yang dibutuhkan adalah kemampuan wirausahawan dalam menambahkan nilai guna/nilai manfaat terhadap suatu produk dan menjaga mutu produk dengan memperhatikan “market oriented” atau apa yang sedang laku dipasaran. Dengan bertambahnya nilai guna atau manfaat pada sebuah produk, maka meningkat pula daya jual produk tersebut di mata konsumen, karena adanya peningkatan nilai ekonomis bagi produk tersebut bagi konsumen.
5. Mandiri
Seseorang dikatakan mandiri apabila orang tersebut
dapat melakukan keinginan dengan baik tanpa adanya ketergantungan pihak lain
dalam mengambil keputusan atau bertindak, termasuk mencukupi kebutuhan
hidupnya, tanpa adanya ketergantungan dengan pihak lain. Kemandirian merupakan
sifat mutlak yang harus dimiliki oleh seorang wirausahawan.
6. Realistis
Seseorang dikatakan Realistis bila orang tersebut
mampu menggunakan fakta/realita sebagai landasan berpikir yang rasionil dalam
setiap pengambilan keputusan maupun tindakan/perbuatannya. Banyak seorang calon
wirausahawan yang berpotensi tinggi, namun pada akhirnya mengalami kegagalan
hanya karena wirausahawan tersebut tidak realistis, obyektif dan rasionil dalam
pengambilan keputusan bisnisnya. Karena itu dibutuhkan kecerdasan dalam
melakukan seleksi terhadap masukan-masukan/sumbang saran yang ada keterkaitan
erat dengan tingkat keberhasilan usaha yang sedang dirintis.
7. Kecerdasan Emosional
dan Spiritual
Kecerdasan emosional seperti empati dan juga sikap
kesabaran sangat diperlukan dalam memahami perilaku konsumen. Sedangkan
spiritual ini menjadi pondasi dasar yang wajib dibangun oleh semua pengusaha
yang ingin sukses. Dengan tingkat kecerdasan spiritual yang tinggi maka akan
melihat segala sesuatu secara positif sehingga apapun yang terjadi pengusaha
akan berusaha yang terbaik, berikhtiar dan juga memasrahkan hasilnya kepada
Tuhan Yang Maha Kuasa.
8.
Mampu
bekerja tekun, teliti dan dan produktif.
9.
Mampu
berkarya berlandaskan etika bisnis yang sehat.
10. Mampu berkarya dengan
semnagat dan kemandirian.
11. Mampu memecahkan
masalah dan mengambil keputusan secara sistematis dan berani mengambil resiko.
Dari beberapa sikap
wirausahawan di atas, juga terdapat perilaku wirausahawan yang dapat dicontoh
seperti sebagai berikut:
1.
Memiliki rasa
percaya diri (teguh pendirian, tidak tergantung pada orang lain, berkepribadian
yang baik, optimis terhadap pekerjaannya)
2.
Berorientasi
pada tugas dan hasil (haus akan prestasi, berorintasi pada laba, tekun dan
tabah, mempunyai motifasi tinggi dan kerja keras)
3.
Pengambil resiko
(energik dan berinisiatif, mampu mengambil resiko, suka pada tantangan,
bertingkah laku sebagai pemimpin, dapat menanggapi saran dan kritik)
4.
Keorisinilan (inovatif,
kreatif dan fleksibel, serba bisa dan mengetahui banyak hal serta mempunyai
banyak kemampuan)
5. Berorintasi
pada masa depan (optimis pada masa depan, dan memiliki pandangan terhadap masa
depan).
6. Kemimpinan
(bertingkah laku sebagai pemimpin, dapat menanggapi saran-saran dan kritik,
serta dapat bergaul dengan orang lain).
Disamping harus
memiliki sikap dan perlaku tersebut diatas seorang wirausaha harus juga
memiliki keterampikan untuk menunjang keberhasilannya, yaitu keterampilan dasar
dan keterampilan khusus.
1. Keterampilan dasar:
a.
Memiliki
sikap mental dan spiritual yang tinggi
b.
Memiliki
kepribadian yang unggul
c.
Pandai
berinisiatif
d.
Dapat
mengkoordinasikan kegiatan usaha
2. Keterampilan khusus:
a. Keterampilan konsep (concewptual
skill) : keterampilan melakukan kegiatan usaha secara menyeluruh berdasarkan
konsep yang dibuat.
b. Keterampilan teknis
(technical skill) : keterampilan melakukan teknik tertentu dalam mengelola
usaha.
c.
Human
Skill : keterampilan bekerja sama dengan orang lain, bawahan dan sesama
usahawan.
B.
Motivasi Untuk Memiliki Sikap dan
Perilaku Wirausahawan
Dalam
motivasi untuk memiliki sikap dan
perilaku wirausahawan, diperlukan lima kategori kebutuhan yaitu:
1. Physiological needs, yaitu kebutuhan fisiologis yang
meliputi makan, minum, istirahat, tidur, pakaian, dan tempat tinggal.
2. Safety (security), yaitu kebutuhan akan rasa aman dan bebas
dari ancaman psikis dan fisik.
3. Social affiliation, yaitu kebutuhan sosial yang meliputi
pertemanan dan kasih sayang.
4. Esteem (recognition), yaitu kebutuhan penghargaan akan
kemampuan, kompetensi. dan harga diri.
5.
Self actualitation, yaitu kebutuhan
aktualisasi diri dan mengembangkan potensinya sesuai dengan minat dan bakat,
serta kebutuhan berprestasi.
C.
Melatih Sikap dan Perilaku Kerja dalam
Wirausaha
Adapun sikap dan perilaku kerja dalam wirausaha ini dapat dilatih dengan cara sebagai berikut:
1. Belajar mengatasi rasa takut akan gagal dan takut akan rasa malu bila melakukan kesalahan. Berpikir untuk memperbaiki agar ke depannya lebih baik lagi.
2. Berpikir bahwa masalah itu bukan sebagai beban atau kesulitan yang harus dihindari, melainkan suatu hal yang harus diselesaikan dan sebagai bahan pelajaran yang perlu diambil hikmahnya, untuk menambah pengetahuan baru yang suatu saat akan bermanfaat.
3. Mengasah pola pikir kreatif dengan konsep. Setiap masalah pasti ada jalan keluarnya bila anda kreatif.
4. Menetapkan target di setiap hal, baik yang berhubungan dengan pckerjaan atau pelajaran.
5. Melatih konsentrasi dengan cara meneliti secara detail mengenai hal-hal menarik dan apa yang dilihat.
6. Selalu mengambil sisi positif dari pekerjaan.
7. Membandingkan dengan pekerjaan sebelumnya. apakah ada kemajuan atau malah terjadi kemunduran.
BAB IIIPENUTUP
A.
Kesimpulan
Adapun
kesimpulan dalam penyusunan makalah ini adalah:
1. Sikap wirausahawan
a. Mampu berpikir dan bertindak kreatif
dan inovatif;
b. Mampu bekerja tekun, teliti dan produktif;
c. Mampu berkarya berlandaskan etika
bisnis yang sehat;
d. Mampu berkarya dengan semangat
kemandirian;
e. Mampu memecahkan masalah dan
mengambil keputusan secara sistematis dan berani mengambil resiko.
Perilaku wirausahawan
a. Memiliki rasa percaya diri;
b. Berorientasi pada tugas dan hasil;
c. Pengambil resiko;
d. Kepemimpinan;
e. Keorisinilan;
f. Berorientasi ke masa depan.
2.
Adapun motivasi dalam memiliki sikap dan perilaku wirausaha
adalah:
a.
Physiological needs, yaitu kebutuhan
fisiologis yang meliputi makan, minum, istirahat, tidur, pakaian, dan tempat
tinggal.
b.
Safety (security), yaitu kebutuhan
akan rasa aman dan bebas dari ancaman psikis dan fisik.
c.
Social affiliation, yaitu kebutuhan
sosial yang meliputi pertemanan dan kasih sayang.
d.
Esteem (recognition), yaitu kebutuhan
penghargaan akan kemampuan, kompetensi. dan harga diri.
e.
Self actualitation, yaitu kebutuhan
aktualisasi diri dan mengembangkan potensinya sesuai dengan minat dan bakat,
serta kebutuhan berprestasi.
3.
Cara melatih diri dalam memiliki sikap dan perilaku
wirausaha adalah:
a. Belajar mengatasi rasa takut akan gagal dan takut akan rasa malu bila melakukan kesalahan.
b. Berpikir bahwa masalah itu bukan sebagai beban atau kesulitan yang harus dihindari.
c. Mengasah pola pikir kreatif dengan konsep.
d. Menetapkan target di setiap hal
e. Melatih konsentrasi dengan cara meneliti secara detail
f. Selalu mengambil sisi positif dari pekerjaan.
g. Membandingkan dengan pekerjaan sebelumnya.
B. Saran
Adapun saran penyusun dalam makalah ini adalah, sebaiknya para pembaca memiliki kesungguhan jika ingin berwirausaha dengan disertai niat yang baik, agar hasil yang didapatkan juga menjadi baik.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar