Desember 16, 2017

Makalah Sikap dan Perilaku Wirausahawan



MAKALAH KEWIRAUSAHAAN
SIKAP DAN PERILAKU WIRAUSAHAWAN
DISUSUN OLEH:
KELOMPOK III

DARMIANI (60600116012)
MUSFIRAH (60600116074)
NUR ARIFAH ZAENAL (60600116051)


JURUSAN MATEMATIKA
FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI ALAUDDIN MAKASSAR
2017

KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

            Alhamdulillah, puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat, hidayah, dan Inayah-Nya penyusun panjatkan kehadirat Allah SWT, karena hanya dengan izin dan kuasa-Nyalah penyusun dapat menyusun dan menyelesaikan makalah Sikap dan Perilaku Wirausahawan ini dengan baik.
Segala daya dan upaya penyusun lakukan untuk menyusun makalah ini, akan tetapi dengan keterbatasan waktu, tenaga dan minimnya pengalaman, tentunya masih banyak kekurangan di dalamnya. Oleh karena itu,  penyusun memohon maaf yang sebesar-besarnya dan kritik serta saran sangat penyusun harapkan dengan hati terbuka dan lapang dada untuk menyempurnakan langkah penyusun kedepan.
Semoga makalah ini dapat bermanfaat khususnya bagi pembaca umumnya bagi semua pihak dan mudah-mudahan Allah SWT memberikan rahmat dan karunianya pada kita umat manusia. Aamin

Samata-Gowa, 21 Maret 2017

Penyusun
 


BAB I
PENDAHULUAN




A.    Latar Belakang
Pada zaman keterpurukan ekonomi yang sedang dialami oleh bangsa Indonesia, sebagai masyarakat Indonesia harus bisa menyerukan pentingnya pembangunan jiwa kewirausahaan (entrepreneurship) sehingga kebanyakan masyarakat tidak ragu lagi dalam mengambil langkah untuk menjadi calon wirausaha. Sesungguhnya semua masyarakat adalah calon-calon wirausaha yang baik, tinggal bagaimana mengolah jiwa entrepreneurship yang berhasil. Jika hal ini terealisasi akan memberikan nafas lega untuk pemerintah karena bisa mengurangi pengangguran dan mengentaskan kemiskinan. Perubahan dan perbaikan nasib harus didasarkan pada kehendak, keinginan, dan kerja keras. Oleh karena itu, peranan wirausaha sangat penting untuk menentukan masa depan bangsa dan negara.
Untuk dapat mencapai tujuan-tujuannya, maka diperlukan sikap dan perilaku yang mendukung pada diri seorang wirausahawan. Sikap dan perilaku sangat dipengaruhi oleh sifat dan watak yang dimiliki oleh seseorang. Sifat dan watak yang baik, berorientasi pada kemajuan dan positif merupakan sifat dan watak yang dibutuhkan oleh seorang wirausahawan agar wirausahawan tersebut dapat maju dan sukses.
Ciri khusus perilaku orang dengan kerja yang prestatif ialah selalu ingin maju disegala bidang. Dengan demikian orang tersebut akan memancarkan sifat yang terpuji. Dan orang yang selalu ingin maju harus mau belajar banyak serta mempunyai keyakinan yang kuat dalam usahanya. Sebagai contoh adalah karakter orang-orang Jepang terhadap pekerjaan  yaitu senang bekerja dan sangat loyal pada pekerjaannya. Orang yang senang bekerja tak akan membuang-buang waktu. Orang yang tidak membuang-buang waktu pasti akan lebih sukses,dalam setiap usahanya. Dan pastinya orang yang sukses dalam bekerja selalu ingin maju dan berprestasi.

B.     Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah dalam penyusunan makalah ini adalah sebagai berikut:
1.      Apa saja sikap dan perilaku wirausahawan?
2.      Apa motivasi untuk memiliki sikap dan perilaku wirausahawan?
3.      Bagaimana melatih sikap dan perilaku kerja dalam wirausaha?
C.    Tujuan
Adapun tujuan dalam penyusunan makalah ini adalah sebagai berikut:
1.      Untuk mengetahui sikap dan perilaku wirausahawan.
2.      Untuk mengetahui motivasi untuk memiliki sikap dan perilaku wirausa- hawan.
3.      Untuk mengetahui cara melatih sikap dan perilaku kerja dalam wirausaha.





BAB II
PEMBAHASAN


A.    Sikap dan Perilaku Wirausahawan
Seorang wirausaha dalam bekerja harus selalu berambisi ingin maju di segala bidang. Berambisi selalu ingin maju, harus melihat beberapa hal yaitu persaingan bebas, perubahan yang semakin cepat dan selarasnya arus informasi yang makin mengglobal tanpa mengenal batas negara. Hakikatnya persaingan bebas adalah persaingan disegala bidang yang memungkinkan terjadinya 3 hal yaitu: menang, bertahan, dan tergilas. Perubahan yang semakin cepat disegala bidang terutama dalam perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. Dan semakin derasnya arus informasi menuntut sikap dan perilaku kerja wirausahawan.
Adapun sikap seorang wirausahawan yang dapat diangkat dari kegiatannya sehari-hari, sebagai berikut:
1.      Disiplin
Dalam melaksanakan kegiatannya, seorang wirausahawan harus memiliki kedisiplinan yang tinggi. Arti dari kata disiplin itu sendiri adalah ketepatan komitmen wirausahawan terhadap tugas dan pekerjaannya. Ketepatan yang dimaksud bersifat menyeluruh, yaitu ketepatan terhadap waktu, kualitas pekerjaan, sistem kerja dan sebagainya. Ketepatan terhadap waktu, dapat dibina dalam diri seseorang dengan berusaha menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan waktu yang direncanakan. Sifat sering menunda pekerjaan dengan berbagai macam alasan, adalah kendala yang dapat menghambat seorang wirausahawan meraih keberhasilan. Kedisiplinan terhadap komitmen akan kualitas pekerjaan dapat dibina dengan ketaatan wirausahawan akan komitmen tersebut.
2.      Komitmen Tinggi
Komitmen adalah kesepakatan mengenai sesuatu hal yang dibuat oleh seseorang, baik terhadap dirinya sendiri maupun orang lain. Dalam melaksanakan kegiatannya, seorang wirausahawan harus memiliki komitmen yang jelas, terarah dan bersifat progressif (berorientasi pada kemajuan). Komitmen terhadap dirinya sendiri dapat dibuat dengan mengidentifikasi cita-cita, harapan dan target-target yang direncanakan dalam hidupnya. Sedangkan contoh komitmen wirausahawan terhadap orang lain terutama konsumennya adalah pelayanan prima yang berorientasi pada kepuasan konsumen, kualitas produk yang sesuai dengan harga produk yang ditawarkan, problem solving bagi masalah konsumen, dan sebagainya. Seorang wirausahawan yang teguh menjaga komitmennya terhadap konsumen, akan memiliki nama baik (goodwill) di mata konsumen yang akhirnya wirausahawan tersebut akan mendapatkan kepercayaan dari konsumen, dengan dampak pembelian terus meningkat sehingga pada akhirnya tercapai target perusahaan yaitu memperoleh laba yang diharapkan.
3.      Jujur
Kejujuran merupakan landasan moral yang terkadang dilupakan oleh seorang wirausahawan. Kejujuran dalam berperilaku bersifat kompleks. Kejujuran mengenai karakteristik produk (barang dan jasa) yang ditawarkan, kejujuran mengenai promosi yang dilakukan, kejujuran mengenai pelayanan purna jual yang dijanjikan dan kejujuran mengenai segala kegiatan yang terkait dengan penjualan produk yang dilakukan oleh
wirausahawan.
4.      Kreatif dan Inovatif
Untuk memenangkan persaingan, maka seorang wirausahawan harus memiliki daya kreativitas yang tinggi. Daya kreatifitas tersebut sebaiknya adalah dilandasi oleh cara berpikir yang maju, penuh dengan gagasan-gagasan baru yang berbeda dengan produk-produk yang telah ada selama ini di pasar. Gagasan-gagasan yang kreatif umumnya tidak dapat dibatasi oleh ruang, bentuk ataupun waktu. Justru seringkali ide-ide jenius yang memberikan terobosan-terobosan baru dalam dunia usaha awalnya adalah dilandasi oleh gagasan-gagasan kreatif yang kelihatannya mustahil.
Gagasan-gagasan yang jenius umumnya membutuhkan daya inovasi yang tinggi dari wirausahawan yang bersangkutan. Kreativitas yang tinggi tetap membutuhkan sentuhan inovasi agar laku di pasar. Inovasi yang dibutuhkan adalah kemampuan wirausahawan dalam menambahkan nilai guna/nilai manfaat terhadap suatu produk dan menjaga mutu produk dengan memperhatikan “market oriented” atau apa yang sedang laku dipasaran. Dengan bertambahnya nilai guna atau manfaat pada sebuah produk, maka meningkat pula daya jual produk tersebut di mata konsumen, karena adanya peningkatan nilai ekonomis bagi produk tersebut bagi konsumen.
5.      Mandiri
Seseorang dikatakan mandiri apabila orang tersebut dapat melakukan keinginan dengan baik tanpa adanya ketergantungan pihak lain dalam mengambil keputusan atau bertindak, termasuk mencukupi kebutuhan hidupnya, tanpa adanya ketergantungan dengan pihak lain. Kemandirian merupakan sifat mutlak yang harus dimiliki oleh seorang wirausahawan.
6.      Realistis
Seseorang dikatakan Realistis bila orang tersebut mampu menggunakan fakta/realita sebagai landasan berpikir yang rasionil dalam setiap pengambilan keputusan maupun tindakan/perbuatannya. Banyak seorang calon wirausahawan yang berpotensi tinggi, namun pada akhirnya mengalami kegagalan hanya karena wirausahawan tersebut tidak realistis, obyektif dan rasionil dalam pengambilan keputusan bisnisnya. Karena itu dibutuhkan kecerdasan dalam melakukan seleksi terhadap masukan-masukan/sumbang saran yang ada keterkaitan erat dengan tingkat keberhasilan usaha yang sedang dirintis.
7.      Kecerdasan Emosional dan Spiritual
Kecerdasan emosional seperti empati dan juga sikap kesabaran sangat diperlukan dalam memahami perilaku konsumen. Sedangkan spiritual ini menjadi pondasi dasar yang wajib dibangun oleh semua pengusaha yang ingin sukses. Dengan tingkat kecerdasan spiritual yang tinggi maka akan melihat segala sesuatu secara positif sehingga apapun yang terjadi pengusaha akan berusaha yang terbaik, berikhtiar dan juga memasrahkan hasilnya kepada Tuhan Yang Maha Kuasa.
8.      Mampu bekerja tekun, teliti dan dan produktif.
9.      Mampu berkarya berlandaskan etika bisnis yang sehat.
10.  Mampu berkarya dengan semnagat dan kemandirian.
11.  Mampu memecahkan masalah dan mengambil keputusan secara sistematis dan berani mengambil resiko.
Dari beberapa sikap wirausahawan di atas, juga terdapat perilaku wirausahawan yang dapat dicontoh seperti sebagai berikut:
1.      Memiliki rasa percaya diri (teguh pendirian, tidak tergantung pada orang lain, berkepribadian yang baik, optimis terhadap pekerjaannya)
2.      Berorientasi pada tugas dan hasil (haus akan prestasi, berorintasi pada laba, tekun dan tabah, mempunyai motifasi tinggi dan kerja keras)
3.      Pengambil resiko (energik dan berinisiatif, mampu mengambil resiko, suka pada tantangan, bertingkah laku sebagai pemimpin, dapat menanggapi saran dan kritik)
4.      Keorisinilan (inovatif, kreatif dan fleksibel, serba bisa dan mengetahui banyak hal serta mempunyai banyak kemampuan)
5.      Berorintasi pada masa depan (optimis pada masa depan, dan memiliki pandangan terhadap masa depan).
6.      Kemimpinan (bertingkah laku sebagai pemimpin, dapat menanggapi saran-saran dan kritik, serta dapat bergaul dengan orang lain).
Disamping harus memiliki sikap dan perlaku tersebut diatas seorang wirausaha harus juga memiliki keterampikan untuk menunjang keberhasilannya, yaitu keterampilan dasar dan keterampilan khusus.
1.      Keterampilan dasar:
a.       Memiliki sikap mental dan spiritual yang tinggi
b.      Memiliki kepribadian yang unggul
c.       Pandai berinisiatif
d.      Dapat mengkoordinasikan kegiatan usaha
2.      Keterampilan khusus:
a.       Keterampilan konsep (concewptual skill) : keterampilan melakukan kegiatan usaha secara menyeluruh berdasarkan konsep yang dibuat.
b.      Keterampilan teknis (technical skill) : keterampilan melakukan teknik tertentu dalam mengelola usaha.
c.       Human Skill : keterampilan bekerja sama dengan orang lain, bawahan dan sesama usahawan.
B.     Motivasi Untuk Memiliki Sikap dan Perilaku Wirausahawan
Dalam motivasi untuk memiliki sikap dan perilaku wirausahawan, diperlukan lima kategori kebutuhan yaitu:
1.      Physiological needs, yaitu kebutuhan fisiologis yang meliputi makan, minum, istirahat, tidur, pakaian, dan tempat tinggal.
2.      Safety (security), yaitu kebutuhan akan rasa aman dan bebas dari ancaman psikis dan fisik.
3.      Social affiliation, yaitu kebutuhan sosial yang meliputi pertemanan dan kasih sayang.
4.      Esteem (recognition), yaitu kebutuhan penghargaan akan kemampuan, kompetensi. dan harga diri.
5.      Self actualitation, yaitu kebutuhan aktualisasi diri dan mengembangkan potensinya sesuai dengan minat dan bakat, serta kebutuhan berprestasi.
C.    Melatih Sikap dan Perilaku Kerja dalam Wirausaha
Adapun sikap dan perilaku kerja dalam wirausaha ini dapat dilatih dengan cara sebagai berikut:
1.      Belajar mengatasi rasa takut akan gagal dan takut akan rasa malu bila melakukan kesalahan. Berpikir untuk memperbaiki agar ke depannya lebih baik lagi.
2.      Berpikir bahwa masalah itu bukan sebagai beban atau kesulitan yang harus dihindari, melainkan suatu hal yang harus diselesaikan dan sebagai bahan pelajaran yang perlu diambil hikmahnya, untuk menambah pengetahuan baru yang suatu saat akan bermanfaat.
3.      Mengasah pola pikir kreatif dengan konsep. Setiap masalah pasti ada jalan keluarnya bila anda kreatif.
4.      Menetapkan target di setiap hal, baik yang berhubungan dengan pckerjaan atau pelajaran. 
5.      Melatih konsentrasi dengan cara meneliti secara detail mengenai hal-hal menarik dan apa yang dilihat.
6.      Selalu mengambil sisi positif dari pekerjaan.
7.      Membandingkan dengan pekerjaan sebelumnya. apakah ada kemajuan atau malah terjadi kemunduran.
 
BAB III 
PENUTUP  
A.    Kesimpulan
Adapun kesimpulan dalam penyusunan makalah ini adalah:
1.      Sikap wirausahawan
a.       Mampu berpikir dan bertindak kreatif dan inovatif;
b.      Mampu bekerja tekun, teliti dan produktif;
c.       Mampu berkarya berlandaskan etika bisnis yang sehat;
d.      Mampu berkarya dengan semangat kemandirian;
e.       Mampu memecahkan masalah dan mengambil keputusan secara sistematis dan berani mengambil resiko.
Perilaku wirausahawan
a.       Memiliki rasa percaya diri;
b.      Berorientasi pada tugas dan hasil;
c.       Pengambil resiko;
d.      Kepemimpinan;
e.       Keorisinilan;
f.       Berorientasi ke masa depan.
2.      Adapun motivasi dalam memiliki sikap dan perilaku wirausaha adalah:
a.       Physiological needs, yaitu kebutuhan fisiologis yang meliputi makan, minum, istirahat, tidur, pakaian, dan tempat tinggal.
b.      Safety (security), yaitu kebutuhan akan rasa aman dan bebas dari ancaman psikis dan fisik.
c.       Social affiliation, yaitu kebutuhan sosial yang meliputi pertemanan dan kasih sayang.
d.      Esteem (recognition), yaitu kebutuhan penghargaan akan kemampuan, kompetensi. dan harga diri.
e.       Self actualitation, yaitu kebutuhan aktualisasi diri dan mengembangkan potensinya sesuai dengan minat dan bakat, serta kebutuhan berprestasi.
3.      Cara melatih diri dalam memiliki sikap dan perilaku wirausaha adalah:
a.       Belajar mengatasi rasa takut akan gagal dan takut akan rasa malu bila melakukan kesalahan. 
b.      Berpikir bahwa masalah itu bukan sebagai beban atau kesulitan yang harus dihindari.
c.       Mengasah pola pikir kreatif dengan konsep.
d.      Menetapkan target di setiap hal
e.       Melatih konsentrasi dengan cara meneliti secara detail 
f.       Selalu mengambil sisi positif dari pekerjaan.
g.      Membandingkan dengan pekerjaan sebelumnya. 
B.     Saran 

Adapun saran penyusun dalam makalah ini adalah, sebaiknya para pembaca memiliki kesungguhan jika ingin berwirausaha dengan disertai niat yang baik, agar hasil yang didapatkan juga menjadi baik.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

© DYS - Twenty Three | Blogger Template by Enny Law