Assalamu
alaikum wr. Wb.
Halo! Namaku Darmi, lengkapnya Darmiani Yasri. Sekarang hari
Senin, 11 September 2017 pukul 13:36 WITA, di Pondok Faris kamar 106. Yang
kugunakan ini adalah laptop kawanku, namanya Ilma.
Aku sedang mencoba
menulis apa yang ada dalam fikiranku sekarang. Sebenarnya, tidak harus
dituliskan. Karena nyatanya yang ada dalam pikiranku hanyalah makan, rindu,
sepi, sendiri, Dia, dan dia.
Makan? Kupikir aku sudah kenyang, tapi perutku tidak bisa bekerja
sama dengan pikirku.
Rindu? Siapa yang tidak pernah merasakan rindu? Atau siapa yang
mampu mengatasi rasa rindu yang dirasakannya? Coba datangkan ia padaku, Karena aku ingin belajar dari orang itu.
Belajar untuk mengatasi rasa rindu yang seakan mencoba membunuh perasaan utuh
dalam diriku. Aku benci rindu, Karena rindu tidak pernah menjauh dariku.
Terkadang aku rindu rumah, rindu kawanku, rindu Dia, dan selalu merindukan dia.
Menyedihkan? Ya.
Mungkin kau bertanya, siapa dia yang kusebutkan ini. Biar kujelaskan.
Dia adalah manusia biasa, seseorang yang terlalu biasa untuk
orang lain. Tapi dia imposibble to find
bagiku. Dia memang tak setampan LeeMinho, tak semenarik Dilan, tak sebaik
malaikat Ridwan, tapi dengannya, aku bisa hidup tanpa menjadi diri orang lain,
cukup diriku saja. Dia lelaki pertama setelah ayahku yang kucintai. Sangat.
Dan, cukup mendengar suaranya saja, jantungku sudah berdegup
kencang. Cukup merasakan auranya saja, aku sudah tau dia ada disekitarku. Cukup dia saja yang ada disampingku, aku
sudah merasa berani menghadapi kehidupan keras di luar sana. Karena dia
pelindungku, katanya :D
Mungkin bagimu, aku terlalu lebay
dalam mengekspresikan perasaanku. Tapi bagiku, begitulah nyatanya, begitulah
apa yang kurasakan.
Dia masih samar, ya? Oke. Dia adalah adik kelasku ketika di SMA
dulu, tapi umurnya lebih tua dariku. Mungkin Siti Badriah menyebutnya
‘berondong tua’ hehehe.
Jika dulu aku pernah mengatakan “ada seseorang yang pernah
menjanjikan masa depan kepadaku”, dialah orangnya. Penuh bualan, begitu
pikirmu? Okelah.
Sepi? Ya, kurasa sekarang suasana sedang sepi, yaiyalah aku
sedang sendiri sekarang. Ilma dan Firda sedang ke kampus.
Sendiri? Ya, aku memang selalu sendiri. Single. I’m still single until my mate come.
Sendiri, single, jomblo. Begitulah seperti yang orang-orang katakan.
Dia? Sudah menjadi wajib untuk kupikirkan Dia.
dia? Kembali membahas dia lagi. Mungkin kau bosan, tapi bagiku
sesuatu yang menyangkut tentang dirinya tak akan pernah membuatku bosan, sampai
kiamat pun, mungkin? Hehe.
Awal pertemuan dengannya, tidak ada kesan baik ataupun kesan
buruk. Itu biasa saja. Tapi, setelah semakin lama saling mengenal, dia selalu
menggangguku. Katanya “aku tidak akan bisa tenang jika tidak mengganggumu”.
Spontan sekali ya dia. Setelah menggangguku adalah hobby-nya, melakukan seni bela diri adalah kesenangannya. Katanya
“aku masuk perguruan ini, untuk melindungi adik-adikku, untuk melindungi
Darmi”. Wow, kaget aku. Dia tidak mengatakan itu langsung kepadaku, dia
mengatakan itu kepada temanku. Dan, apakah kau tau siapa temanku itu? Temanku
itu adalah mantan gebetannya dia, dan yang nyomblang-in nya, AKU‼‼ Memalukan.
Kau bosan? Baiklah. Akan kuhentikan cerita bodoh ini.
Good Bye kamuuuuu
----oOo----

Tidak ada komentar:
Posting Komentar