Desember 15, 2017

Catatan Abnormal #3




Assalamu alaikum wr. Wb.
Halo! Namaku Darmi, lengkapnya Darmiani Yasri. Sekarang hari Senin, 11 September 2017 pukul 13:36 WITA, di Pondok Faris kamar 106. Yang kugunakan ini adalah laptop kawanku, namanya Ilma.
 Aku sedang mencoba menulis apa yang ada dalam fikiranku sekarang. Sebenarnya, tidak harus dituliskan. Karena nyatanya yang ada dalam pikiranku hanyalah makan, rindu, sepi, sendiri, Dia, dan dia.
Makan? Kupikir aku sudah kenyang, tapi perutku tidak bisa bekerja sama dengan pikirku.
Rindu? Siapa yang tidak pernah merasakan rindu? Atau siapa yang mampu mengatasi rasa rindu yang dirasakannya? Coba datangkan ia padaku,  Karena aku ingin belajar dari orang itu. Belajar untuk mengatasi rasa rindu yang seakan mencoba membunuh perasaan utuh dalam diriku. Aku benci rindu, Karena rindu tidak pernah menjauh dariku. Terkadang aku rindu rumah, rindu kawanku, rindu Dia, dan selalu merindukan dia. Menyedihkan? Ya.
Mungkin kau bertanya, siapa dia yang kusebutkan ini. Biar kujelaskan.
Dia adalah manusia biasa, seseorang yang terlalu biasa untuk orang lain. Tapi dia imposibble to find bagiku. Dia memang tak setampan LeeMinho, tak semenarik Dilan, tak sebaik malaikat Ridwan, tapi dengannya, aku bisa hidup tanpa menjadi diri orang lain, cukup diriku saja. Dia lelaki pertama setelah ayahku yang kucintai. Sangat.
Dan, cukup mendengar suaranya saja, jantungku sudah berdegup kencang. Cukup merasakan auranya saja, aku sudah tau dia ada disekitarku.  Cukup dia saja yang ada disampingku, aku sudah merasa berani menghadapi kehidupan keras di luar sana. Karena dia pelindungku, katanya :D
Mungkin bagimu, aku terlalu lebay dalam mengekspresikan perasaanku. Tapi bagiku, begitulah nyatanya, begitulah apa yang kurasakan.
Dia masih samar, ya? Oke. Dia adalah adik kelasku ketika di SMA dulu, tapi umurnya lebih tua dariku. Mungkin Siti Badriah menyebutnya ‘berondong tua’ hehehe.
Jika dulu aku pernah mengatakan “ada seseorang yang pernah menjanjikan masa depan kepadaku”, dialah orangnya. Penuh bualan, begitu pikirmu? Okelah.
Sepi? Ya, kurasa sekarang suasana sedang sepi, yaiyalah aku sedang sendiri sekarang. Ilma dan Firda sedang ke kampus.
Sendiri? Ya, aku memang selalu sendiri. Single. I’m still single until my mate come. Sendiri, single, jomblo. Begitulah seperti yang orang-orang katakan.
Dia? Sudah menjadi wajib untuk kupikirkan Dia.
dia? Kembali membahas dia lagi. Mungkin kau bosan, tapi bagiku sesuatu yang menyangkut tentang dirinya tak akan pernah membuatku bosan, sampai kiamat pun, mungkin? Hehe.
Awal pertemuan dengannya, tidak ada kesan baik ataupun kesan buruk. Itu biasa saja. Tapi, setelah semakin lama saling mengenal, dia selalu menggangguku. Katanya “aku tidak akan bisa tenang jika tidak mengganggumu”. Spontan sekali ya dia. Setelah menggangguku adalah hobby-nya, melakukan seni bela diri adalah kesenangannya. Katanya “aku masuk perguruan ini, untuk melindungi adik-adikku, untuk melindungi Darmi”. Wow, kaget aku. Dia tidak mengatakan itu langsung kepadaku, dia mengatakan itu kepada temanku. Dan, apakah kau tau siapa temanku itu? Temanku itu adalah mantan gebetannya dia, dan yang nyomblang-in nya, AKU‼‼ Memalukan.
Kau bosan? Baiklah. Akan kuhentikan cerita bodoh ini.
Good Bye kamuuuuu
----oOo----

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

© DYS - Twenty Three | Blogger Template by Enny Law