Desember 13, 2018

Mungkin

~NowListening Potret-Mungkin

Bagi pecinta melankolis sepertiku, coba saja dengar lagu ini. Aku menjamin akan terasa enak didengar. Apalagi didengar sambil melamun sendirian, memikirkan hal-hal yang--you know what—tidak seharusnya dipikir jika tidak ingin mengeluarkan bulir-bulir cairan bening.

Aku ingin menangis. Tapi aku malu, malu karena aku tahu alasan mengapa aku ingin menangis, namun aku selalu menyangkalnya. Baru tadi di bawah pancaran matahari sore balai-balai aku meneguhkan diri agar tidak seperti ini. Tapi tetap saja, aku tidak bisa menghindar. Aku ingin menangis, tapi aku malu dilihat orang. Melihat sekarang aku tidak berada di ruang privasi—kamar—ku. Aku di ruang keluarga rumahku, di depan televisi, duduk dengan headset bercokol di kedua telinga, menghiraukan pembicaraan mereka—orang orang dirumahku. Aku ingin sekali menangis. Menangisi semuanya. Menangisi kabar sore tadi. Menangisi semua yang terasa janggal bagiku, menangisi semua yang tak seharusnya terjadi, semua yang tak seharusnya menjadi.

Mungkin cintaku sudah terlalu besar, sehingga semua inderaku tidak berjalan sesuai perannya. Terlalu besar sehingga mampu menutupi satu ruang berisi kebencian, dendam dan kemarahan padanya. Aku tidak bisa membencinya. Yang aku bisa hanya membenci diriku sendiri. Diriku yang lemah, diriku yang selalu seperti ini jika berniat untuk pergi.

Apa ini semua?
Teater pertunjukan dari drama kehidupan?
Atau lakon sandiwara dari teka-teki-Nya bernama takdir?
Yang kudamba juga sederhana
Aku letih, aku ingin berhenti
Tapi tak tahu cara beranjak pergi

Aku adalah manusia statis. Sukar sekali rasanya bahkan hanya sekadar untuk bergerak perlahan. Tabulasi angka-angka pada data statistik perjalananku tak lekas merangkak naik ataupun turun. Ia hanya diam di tempat, tidak berjalan. Seperti persamaan y=-b. Konstan dengan bentuk garis linear. Tapi berada di titik rendah. Aku sekarat.
-dys

I am replacing ~NowPlaying with ~NowListening. The first one doesn't sound right.

3 komentar:

© DYS - Twenty Three | Blogger Template by Enny Law