Senin, 04 November 2018
Aku hanya tahu berkata kata tanpa bisa bersuara. Aku
hanya bisa menyembunyikan tanpa mampu menunjukkan. Aku hanyalah si gadis kaku
yang selama ini mengambil keuntungan dari rasa lelah karena terus-terusan
mengingatmu. Iya, selalu kamu bukan dia.
Jangan tanya kenapa kamu. Aku juga belum memahami
perasaanku. Aku tak mengerti kenapa hatiku memilih kamu menjadi pemiliknya. Tak
ada perlakuan istimewa, bahkan kamu cenderung acuh. Tak ada hal yang bisa
dikenang. Tak pernah ada percakapan panjang. Namun yang aku tahu, aku senang
ketika kamu berada di teritorial mataku. Aku benci melihat punggungmu menjauh. Dan
aku sedih ketika harus meninggalkan tempatmu berdiri. Sederhana saja, kaulah
pemilik dari hati yang 18 tahun belakangan ini tak pernah tersentuh dan
terjamah.
Aku tak berharap kamu untuk tahu hal ini. Karena aku
mengerti, seseorang seperti kamu tak akan pernah tahu bagaimana rasanya menjadi
perempuan yang memiliki rasa yang mendalam dan terpendam, cukup diam tak
mengutarakan. Dipenjara oleh tanya tanpa sekalipun ada balasan atas jawaban. Namun
tetap memutuskan untuk tenang, agar rasanya tak mengganggu waktu dan kesibukan
yang kamu miliki.
Tanpa kamu tahu. Tanpa kamu sadari. Kamu telah menjadi
alasan dan inspirasi atas tulisan-tulisan itu tercipta. Terima kasih. Doakan
itu adalah yang terakhir sekaligus pertama. Tenang saja, tanpa kamu minta, aku
akan berhenti. Bukan karena inspirasi yang secara tidak langsung darimu telah
habis. Kamu tahu kan, setiap orang pasti akan sampai pada satu titik jemu. Sesuka apapun ia, secinta apapun ia. Apalagi
jika orang yang menjadi alasan itu menganggap kamu bukan apa-apa.
Semua akan kembali pada tempatnya. Aku pada kebiasaanku.
Dan kamu pada kesibukanmu. Detik jam dinding terus berulang. Tapi waktu tak
bisa kembali untuk berulang. Jadi biarkan aku menikmati sisa waktu yang ada, bersama
dengan sisa sisa perasaan yang tak berkesudahan. Bagaimanapun, kaulah kamu yang
selama ini abadi dalam sajak-sajak tak bermuara ku.
-darmianiys-

Tidak ada komentar:
Posting Komentar