Desember 11, 2018

Dari Si Gadis Kaku yang Tak Tahu Malu




Senin, 04 November 2018
Aku hanya tahu berkata kata tanpa bisa bersuara. Aku hanya bisa menyembunyikan tanpa mampu menunjukkan. Aku hanyalah si gadis kaku yang selama ini mengambil keuntungan dari rasa lelah karena terus-terusan mengingatmu. Iya, selalu kamu bukan dia.
Jangan tanya kenapa kamu. Aku juga belum memahami perasaanku. Aku tak mengerti kenapa hatiku memilih kamu menjadi pemiliknya. Tak ada perlakuan istimewa, bahkan kamu cenderung acuh. Tak ada hal yang bisa dikenang. Tak pernah ada percakapan panjang. Namun yang aku tahu, aku senang ketika kamu berada di teritorial mataku. Aku benci melihat punggungmu menjauh. Dan aku sedih ketika harus meninggalkan tempatmu berdiri. Sederhana saja, kaulah pemilik dari hati yang 18 tahun belakangan ini tak pernah tersentuh dan terjamah.
Aku tak berharap kamu untuk tahu hal ini. Karena aku mengerti, seseorang seperti kamu tak akan pernah tahu bagaimana rasanya menjadi perempuan yang memiliki rasa yang mendalam dan terpendam, cukup diam tak mengutarakan. Dipenjara oleh tanya tanpa sekalipun ada balasan atas jawaban. Namun tetap memutuskan untuk tenang, agar rasanya tak mengganggu waktu dan kesibukan yang kamu miliki.
Tanpa kamu tahu. Tanpa kamu sadari. Kamu telah menjadi alasan dan inspirasi atas tulisan-tulisan itu tercipta. Terima kasih. Doakan itu adalah yang terakhir sekaligus pertama. Tenang saja, tanpa kamu minta, aku akan berhenti. Bukan karena inspirasi yang secara tidak langsung darimu telah habis. Kamu tahu kan, setiap orang pasti akan sampai pada satu titik jemu.  Sesuka apapun ia, secinta apapun ia. Apalagi jika orang yang menjadi alasan itu menganggap kamu bukan apa-apa.
Semua akan kembali pada tempatnya. Aku pada kebiasaanku. Dan kamu pada kesibukanmu. Detik jam dinding terus berulang. Tapi waktu tak bisa kembali untuk berulang. Jadi biarkan aku menikmati sisa waktu yang ada, bersama dengan sisa sisa perasaan yang tak berkesudahan. Bagaimanapun, kaulah kamu yang selama ini abadi dalam sajak-sajak tak bermuara ku.
-darmianiys-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

© DYS - Twenty Three | Blogger Template by Enny Law