Kamis, 13 Desember 2018. 15:49 WITA
Aku menulis ini di balai-balai. Dapat kabar bahwa semua ini sudah semestinya selesai, sudah selesai. Berkenan ataupun tidak, senang ataupun sedih, ikhlas ataupun terpaksa, tetap harus selesai.
Aku menulis ini di balai-balai. Dapat kabar bahwa semua ini sudah semestinya selesai, sudah selesai. Berkenan ataupun tidak, senang ataupun sedih, ikhlas ataupun terpaksa, tetap harus selesai.
Terima Kasih.
Hm, tidak ada lagi rasa sakit, tidak ada lagi air mata. Untuk apa? Toh hanya akan membodoh-bodohi diri sendiri. Seperti kata dia--teman curhat terbaikku (tapi menyebalkan)--selama ini aku sendirilah yang membuat diriku menjadi bodoh. Aku sendirilah yang membodoh-bodohi diriku sendiri.
Aku tidak akan lagi berharap bahwa semesta akan menyelesaikannya. Aku sendiri, diriku sendiri yang akan membuatnya selesai. Dari organ di bagian belakang perutku sampai pada lobus frontalis di kepalaku.
Semoga, tidak ada lagi kata itu. Karena semua memang sudah selesai. Tanpa aba-aba, tanpa abu-abu.
Tuan abu-abu, tidak ada lagi panggilan itu. Karena ia sudah menjelma menjadi hitam. Dia hitam. Dia tidak.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar