Parangbanoa, 14 Januari 2020. 19:51 WITA
Assalamualaikum.
Ini aku, perempuan yang dikepalanya ada seribu puisi tentang
kamu, Tuan. Ternyata sudah pergantian tahun. Namun isi kepala dan juga perasaannya
tidak berganti juga, masih tentang kamu yang tidak pernah merasa, Tuan Abu-Abu.
Ingin sekali aku berbicara pada bulan malam ini. Kamu ingin
tahu aku ingin membicarakan apa? Tentu saja tentang kamu Tuan, ini masih
tentang kamu yang dibawa kembali oleh kenangan. Ini juga masih tentang kamu
yang tak pernah kabur dari ingatan. Walau aku sudah berusaha mengusir, kamu
terus saja kukuh untuk tetap tinggal. Apa untungnya bagimu, Tuan? Harusnya
langsung pergi saja tanpa meninggalkan jejak dan kata.
Tapi bulan sedang sibuk sampai absen memancarkan cahayanya. Atau
mungkin bulan hanya berpura-pura karena bosan mendengarku bercerita tentang
satu orang sama? Baiklah. Bukan bulan saja satu-satunya tempatku bercerita.
Kamu tahu, Tuan Abu-Abu? Memberikan harapku padamu sama saja menunggu kasih ibu
kepada Beta habis, tak terhingga sepanjang masa maksudnya.
Tuan Abu-Abu, sudah pergantian tahun. Bagaimana rupamu
sekarang? Tambah hitamkah? Atau tambah sengau? Maafkan, hehe. Kata seseorang
aku bodoh karena memiliki perasaan ini padamu, aku juga bodoh karena tak jujur
padamu. Iya aku tahu, aku bodoh sejak menyukaimu.
*Jangan percaya kata terakhir paragraf di atas. Aku tidak seperti itu, Tuan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar