November 23, 2018

Busy September [ANGKA 2018]


Parangbanoa. Ahad, 30 September 2018
Assalamualaikum! Sekitar beberapa menit yang lalu saya baru menyadari bahwa hari ini adalah the last day on September dan saya masih belum sempat nulis buat isi blog di bulan September, hiks..
Well, relativitas waktu berlaku untuk saya saat ini. Terasa baru kemarin dengan sibuk-sibuknya mempersiapkan kegiatan ANGKA yang dilaksanakan tanggal 10-13 September, dan sekarang sudah menjadi hari terakhir musim September, actually I’m so sad.
Dalam kegiatan ANGKA (Ajang Kompetisi Matematika) kali ini, saya bertugas sebagai PJ or penanggung jawab acara dalam Kompetisi Mading 3D. Memainkan peran sebagai PJ acara, benar-benar menjadi pengalaman pertama untuk saya. Jujur saja, di hari rapat pembentukan panitia saya tidak tahu kenapa mereka menunjuk saya. Sedangkan mereka semua pasti tahu, dari segi pengalaman saya benar-benar null dan tidak tahu apa-apa. Ketika ditanya kesiapan, saya menjawab ‘tidak siap’ dan menolak peran itu. Tapi entah kenapa, sang ketum tetap saja menulis nama saya, shit! Dan yaa, dengan berat hati saya menerima tanggung jawab itu. Tidak! Dengan berat hati saya dipaksa menerima tanggung jawab itu:) . As a consequence, I found so many knowledge and experiences that I never found it before. Thankyou so much Zul, Baso, Nos. Kalian yang membaca ini pasti bertanya, kenapa saya berterima kasih dengan tiga orang yang saya sebutkan namanya. Itu karena mereka bertiga lah yang dengan ngototnya menunjuk saya untuk mengambil alih peran PJ tersebut.
Guys, sekedar flashback.
Pernah suatu hari rapat evaluasi persiapan ANGKA 2017, saya hadir. Di sana, para PJ acara lomba memaparkan perkembangan lombanya. Saat PJ acara Gamma naik ke depan, dengan lancar memaparkan jumlah peserta, kendala dan sebagainya. Setelah tiba di akhir-akhir, peserta rapat (kakanda senior) banyak memprotes sang PJ. Nah, pada saat itu dalam hati saya berdoa: semoga saya tidak akan pernah menjadi kakak yang di protes itu, Aamiin.
Well, ini mungkin sudah menjadi takdir saya. Tuhan tidak mengabulkan doa saya, namun sebaliknya Dia membuat saya menjadi seperti kakak yang diprotes dulu. Dan yaa, semua orang pasti tahu bahwa keputusan-Nyalah yang terbaik. Sekarang saya sudah mendapatkan dampaknya. Betapa pengalaman dan pengetahuan baru itu begitu berharga hingga saya tidak tahu bisa mendapatkannya dimana lagi.
Acara kami mulai dipersiapkan pada bulan Mei 2018, Tapi baru benar-benar kerja nyata sebulan setengah sebelum acara. Di sini, yang dulunya saya tidak akrab dengan teman-teman angkatan kini saya menjadi akrab. Dulunya saya segan untuk sekadar menyapa kini sudah tidak malu lagi untuk memainkan canda. Lagi dan lagi, terimakasih Zul, Baso, Nos.
Sebulan lebih sebelum acara, divisi mading mendapat pendaftar pertama pada tanggal 08 Agustus 2018. Sebagai PJ acara saya merasa khawatir jika saja peserta tidak memenuhi target untuk lomba bisa terlaksana. Sampai dua minggu sebelum acara, jumlah pendaftar masih setia pada tempatnya. Saya bersama teman-teman PJ lain mulai cemas akan berjalan lancarnya kegiatan kami ini. Tapi ketua kami, sang ketua panitia kami dengan perasaan tak kalah cemas namun tetap memberi semangat mengatakan:
Berjalan lancarnya sebuah acara tidak dilihat dari jumlah peserta yang mendaftar, tapi bagaimana kita para panitia bekerja keras penuh dengan ikhlas untuk kegiatan bersama, kesalahan juga tidak semata-mata PJ lomba yang menanggung, tapi ada kita semua, ada ketua di belakangnya.
Dari situ saya kembali bersemangat lagi. Dengan dibayang-bayangi kalimat andalan dalam ANGKA tahun ini: Jangan sampai kendor!. Semoga saja ya, semangat kita tidak sampai kendor. Actually, ini bukan hanya sekadar bermain peran. Di sini saya telah mengerahkan segala pemikiran, ide, tenaga, waktu dan perasaan wkwkwk. Saya juga sempat berselisih paham dengan ketua (Jadi malu saya jika mengingatnya:D). Tapi Alhamdulillah semua terselesaikan dengan baik.
Hingga sampai pada seminggu sebelum acara, barulah peserta bermunculan satu persatu. Semua panitia bekerja giat pada perannya masing-masing. Para Steering yang selalu memberi saran dan memantau perkembangan. Dan tentunya ketua panitia yang tak henti-hentinya bertanya langsung maupun tidak langsung, di grup panitia maupun kontak pribadi: “Bagaimana perkembangan peserta?”
Handphone saya tak pernah luput dari dering chat dan telepon dari peserta, just peserta oke? Wkwkwk. Sebenarnya mulai dari sebulan sebelum acara sudah banyak calon peserta yang bertanya tentang informasi lomba, tapi selalu berpikir lagi untuk melakukan pengisian biodata online.
Dan akhirnya, sampai pada hari terakhir pendaftaran online, jumlah peserta pada Kompetisi Mading 3D adalah 14 TIM. Khawatir dan cemas akan peserta menghilang dan digantikan perasaan was-was, tinggal bagaimana kami mengatur acara sehingga berjalan sesuai harapan.
Mading 3D diadakan pada hari ketiga, 12 September 2018 di pelataran Fakultas Sains dan Teknologi. Dari 14 tim peserta ada 1 tim yang tidak hadir. Tanpa pilihan lain, secara otomatis 1 tim tersebut dinyatakan gugur.
Hari itu, Alhamdulillah semua berjalan lancar sampai pengerjaan mading selesai, peserta diberikan waktu istirahat untuk selanjutnya melakukan presentasi dari karya yang mereka buat. Sampai pada pukul 1 siang, seluruh peserta lomba dipanggil untuk kembali ke arena lomba. Pada saat itu juga, kurasa cuaca sedang memusuhiku. Semburat hitam mengisi awan-awan di langit Fakultas. Langit tak lagi sebiru beberapa menit sebelumnya. Saya khawatir dan mendatangi ketua panitia yang saat itu ada di samping panggung. Belum sampai saya di tempat tujuan, tetesan-tetesan air bergotong royong keluar dari penjara awan. Semua peserta lomba tanpa aba-aba dari siapapun menyelamatkan hasil karya mereka yang terguyur air hujan. Mereka menepi di koridor lantai satu fakultas. Saat itu saya tidak bisa berkata apa-apa, diam di tempat tak mampu bergerak. Saya speechless. Bersamaan dengan tetesan air hujan yang jatuh dari langit, tetesan hujan juga jatuh dari pipi saya.
Saya baru tersadar ketika kertas yang berada di tangan saya lunglai karena basah. Saya juga menepi, mencari penasehat divisi mading untuk meminta saran selanjutnya. Ketua panitia, salah seorang steering, dan koordinator perlengkapan, saya melihat mereka sibuk mencari ruangan yang bisa kami tempati. Pelataran Fakultas tidak mungkin lagi digunakan. Di situ saya ingin menangis lagi, tidak ada selain mereka yang khawatir dan panik. Semua acuh dan tidak peduli. Seakan acara ini hanya milik saya dan ketua panitia. Sedih sekali rasanya, sebegitu buruknyakah saya? Mungkin memang saya seburuk itu. Saya perlu introspeksi diri lagi.
Alhamdulillah kami menemukan titik temu. Presentasi setiap tim di depan dewan juri dilaksanakan di Loby Fakultas, tempat photobooth dipasang.


Hari itu, tiada kata tanpa rasa syukur yang patut saya ucapkan atas selesainya acara. Serta saya mengucapkan terima kasih tak terhingga kepada semua pihak yang berpartisipasi dalam menyukseskan ANGKA 2018 ini. Yaa, walaupun ada kendala yang sama sekali di luar kendali manusia. Terima kasih! 

2 komentar:

  1. Ahhh... irinyaa :') semoga event ANGKA selanjutnya diriku bisa ikut ambil peran

    BalasHapus
    Balasan
    1. Angka tahun ini sejujurnya kau begitu berperan. Walau tidak menyumbangkan peluh keringat, tapi ide dan saran saranmu masih teringat. Apalagi bagi divisi mading sendiri hehehe
      Kami tunggu yaa di angka 2019:*

      Hapus

© DYS - Twenty Three | Blogger Template by Enny Law