[Surat 1]
Judul : Bagaimana Aku Kepadamu
Parangbanoa, 22
Oktober 2017
Kepadamu A** , dimanapun kau berada.
Assalamualaikum!
Hari ini 22 Oktober 2017, aku ingin
mengungkapkan apa yang selama ini telah susah payah kupendam, telah kucoba
untuk tidak pedulikan. Sebuah perasaan aneh yang sering merampas ketenangan,
meninggalkan jejak kebingungan tentang apa dan bagaimana perasaanku padamu.
Untukmu A**, kau mungkin
tak tahu-menahu tentang hal ini, tentang perasaanku yang berbeda padamu. Tapi
jika kau memiliki tingkat kepercayaan diri yang berlebih seperti pada laki-laki
biasanya, kau akan tahu. Dengan melihat bagaimana aku menatapmu, dengan melihat
bagaimana kau sering menangkap basah diriku tengah memperhatikanmu. Tapi tidak,
kupikir kau tidak akan tahu itu. Karena mungkin bagimu aku hanyalah teman
se-angkatanmu, yang secara tidak sengaja se-komunitas di seni, yang secara
tidak sengaja juga menjadi anggota perkusi.
Apakah kau masih ingat? Ketika kau bilang
padaku: ku amanahkan ini kepadamu. Ya, waktu itu rasanya aku telah diberi tugas
yang harus aku selesaikan dengan benar. Ketika itu rasanya aku harus menjaga
dengan baik apa yang kau amanahkan padaku. Rasanya itu adalah barang paling
berharga yang harus aku jaga hingga titik darah penghabisan.
S***, aku tidak tahu apa yang terjadi pada diriku. Atau apa yang telah kau perbuat sehingga aku menjadi seperti diriku yang sekarang. Aku sudah berada pada titik ‘sering’ perihal mengingatmu. Perihal mencari tahu informasi tentang dirimu, kupikir akulah pemenangnya (jika memang itu dijadikan lomba).
S***, adakah? Adakah seseorang yang mengisi ruang kosong dalam hatimu saat ini? Adakah seseorang yang menjadi alasanmu sering tersenyum? Adakah seseorang yang membuatmu semangat untuk meraih masa depan yang sukses?
S***, aku tidak tahu apa yang terjadi pada diriku. Atau apa yang telah kau perbuat sehingga aku menjadi seperti diriku yang sekarang. Aku sudah berada pada titik ‘sering’ perihal mengingatmu. Perihal mencari tahu informasi tentang dirimu, kupikir akulah pemenangnya (jika memang itu dijadikan lomba).
S***, adakah? Adakah seseorang yang mengisi ruang kosong dalam hatimu saat ini? Adakah seseorang yang menjadi alasanmu sering tersenyum? Adakah seseorang yang membuatmu semangat untuk meraih masa depan yang sukses?
Jika ada, aku bersyukur. Karena kau mungkin tidak akan merasa sepi
sendiri sebab orang itu ada. Kau akan selalu bersemangat. Kau akan selalu
merasa senang. Tapi jika belum ada, jangan sedih dan jangan mencari orang lain.
Karena di sini S***, ada seseorang yang ingin melakukan itu semua untukmu,
bahkan lebih. Ada seseorang yang akan selalu ada jika kau butuhkan. Ada
seseorang yang benar-benar ingin menjadi apa yang selalu kau butuhkan.
Seseorang itu ada di belakangmu, berbaliklah dan lihat siapa orang itu.
Jika kau melihat banyak orang, tunggu saja hingga orang-orang itu pergi
satu-persatu, dan lihat siapa yang bertahan. Atau, jika kau hanya melihat satu
orang. Maka sudah pasti orang itu adalah aku.
S***, mengingat dirimu yang seperti itu… aku selalu penasaran, bagaimana
tanggapanmu jika tahu hal ini? Maaf, maksudku dirimu yang kadang seperti anak
kecil, dirimu yang kadang seperti seseorang yang adil serta dewasa sehingga
mampu memimpin seluruh rakyat di Indonesia, atau bahkan se-Asia. Dirimu yang
kadang seperti preman jalanan yang suka
mengganggu orang lemah. Dirimu yang selalu aku sukai.
S***, jujur saja, aku merasa ingin menjauh dari jangkauanmu. Aku tidak
ingin berlama-lama berada di depanmu. Aku hanya ingin berada di belakangmu.
Cukup di belakangmu saja, asalkan melihatmu S***. Walaupun untuk waktu yang
lama. Aku bisa.
Aku sadar. Cinta dalam diam seperti sulit untuk menjadi hubungan yang
nyata. Tapi sesulit apapun itu, aku serahkan pada Dia yang memiliki rencana,
sang sutradara kehidupan. Dan aku percaya dengan kisah Fatimah dan Ali yang
hubungannya diawali oleh perasaan cinta dalam diam.
S***, aku ingin bertanya ini sekali lagi. Tidakkah kau sadari
bagaimana aku menatapmu? Tidakkah kau sadari setiap kau melihat ke arahku,
selalu, selalu saja aku juga menatapmu? Tidakkah kau berpikir ada yang aneh?
S***, ada hal yang tak bisa dijelaskan di balik tatapanku padamu. Karena ada
saat dimana mata lebih mampu mengungkapkan isi hati dibandingkan mulut.
Melalui surat ini, aku telah menyampaikan
apa-apa yang selama ini begitu sulit untuk kusampaikan. Karena aku tahu,
perempuan sudah ditakdirkan untuk menunggu dan menerima. Jika kau telah membaca
surat ini, aku akan sangat bersyukur. Jangan marah dan jangan menjauhiku.
Tetaplah menjadi seseorang yang aku tahu. Tetaplah menjadi seorang A** yang aku kenal. Tetaplah menjadi seseorang yang baiknya tak akan
dapat kutemukan di tempat manapun.
Wassalam!
Tertanda: -Your Secret
Admirer-
[Surat 2]
Judul : Kamu dan Rindu-Rindu yang Kini Terlarang
Parangbanoa, 31 Maret 2018
Kamu,
dimanapun kini berada.
Assalamu alaikum
kepadamu A**
Aku ingin berkenalan denganmu. Aku adalah seseorang
yang selama ini sering berusaha mengikuti jejakmu. Dalam dunia literasi namaku
DarmianiYS. Kau mengenalku? Ketika menulis surat ini, aku sedang di kamarku,
tadi habis selesai membaca tulisan-tulisanku beberapa hari ini. Kau tahu? Itu
semua berisi tentangmu, semuanya membahas tentang bagaimana aku kepadamu,
memastikan aku tak salah bicara, dengan harapan kau tidak akan tersinggung,
baik oleh pengakuanku maupun oleh perasaanku, itupun jika kau membacanya.
Dalam surat ini, ada hal yang ingin kusampaikan
padamu.
Aku ingin meminta maaf. Aku merasa aku harus meminta
maaf kepadamu, dan kepada seseorang di sana yang selama ini menjadi penunggu
pulangmu, kepada jodohmu. Jika saja aku tahu sejak dulu bahwa kau telah
memiliki orang lain dalam hati dan pikiranmu, perasaanku mungkin tidak akan
sejauh ini. Tapi semuanya sudah terlambat. Jangan merasa terganggu, aku tidak
akan bertindak melebihi batas. Aku cukup tahu diri, S***.
Aku ingin berterima kasih. Ucapan terima kasih
rasanya tidak akan cukup untuk membalas kebaikan-kebaikanmu selama ini. Kau tahu?
Tanpa kau sadari, selama ini kau telah menjadi alasan untuk aku merasa senang. Kau
telah menjadi alasan aku termotivasi untuk lebih rajin menghadiri rapat di
himpunan. Pelatihan sketsa, perkusi, bahkan HmI(niat awal, tapi ketika sudah
menjadi kader, tidak lagi), menurutmu aku mengikutinya dengan kemauan sendiri?
Aku ingin meminta izin. S***, biarkan aku jika
tetap berada dalam posisi seperti ini. Biarkan saja jika aku masih memiliki
perasaan aneh itu kepadamu. Biarkan aku jika selalu ingin tahu kabar tentangmu.
Biarkan aku jika selalu rindu, walaupun rinduku adalah rindu yang tak
seharusnya, rindu-rindu yang terlarang. Itu akan kutanggung sendiri. Sebab
sudah menjadi risiko memiliki perasaan diam-diam dan terpendam. Tenang saja,
aku menjamin itu tidak akan mengganggu kau bersama orang itu.
Jangan khawatir, aku tidak akan memaksakan kehendak.
Kau bebas pergi kemanapun kau mau. Kau juga bebas memilih siapapun orang itu. Kau
bebas melakukan apa yang kau mau. Kata kawanku, cukup doakan saja. Iya, aku
berharap kau selalu berada dalam keadaan yang baik-baik saja. S***, tidak
apa-apa jika keinginanku bersama denganmu tidak menjadi realita, sungguh.
Melihat kau masih ada di bumi saja, aku sudah merasa senang.
AKU RINDU
Samata, 26/03/2018
Sementara kau pergi
jauh di sana, banyak rindu yang tak terlepas di sini
Sementara kau sibuk
menuntut ilmu di sana, aku lelah membungkam rindu di sini
Sadarkah? Kita memang
berada di bawah langit yang sama
Tapi
sayangnya, kita sedang tidak di ruang yang sama
Jika ada yang bilang
bahwa ia menyukaimu, aku lebih
Jika ada yang bilang
bahwa ia merindukanmu, aku lebih
Kau tahu? Aku
mengkhawatirkanmu sampai mau mati rasanya
Tanah
Kediri: jaga dia untukku.
Kulampirkan puisi yang kutujukan padamu. Itu kubuat
ketika kau pergi, dengan aku bersama sepi.
Kupikir, itu saja yang ingin aku sampaikan kepadamu.
Aku tidak berharap apapun lagi tentang bagaimana kau perihal perasaanku. Karena
aku tahu, harapan seperti itu hanya akan menyakiti. Cukup aku tahu kau telah
dij****kan. Rasa sakitnya cukup. Yang perlu kau lakukan adalah menjalani
kehidupan yang selama ini ingin kau jalani. Asalkan itu tidak merugikan dirimu,
agamamu, dan masa depanmu.
~S***,
ingin melihatku senang? Beritahu aku bahwa kau baik-baik saja di sana, selalu~
Wassalam!
Tertanda
DarmianiYS

Tidak ada komentar:
Posting Komentar