![]() |
| amazon.co.id |
Parangbanoa. Senin, 07 Mei 2018. 20:22 WITA
Sekalipun rindu, aku tidak bisa
mengatakannya lagi. Sebab aku tahu, kau sudah memilih jalanmu. Jalan yang jauh
dari jangkauanku.~
Sekalipun rindu, tak ada alasan untuk mengatakannya
lagi. Sekalipun ingin melihatnya, tak
ada alasan untuk menemuinya lagi. Semua sudah semakin jelas. Jalan yang
dipilihnya berbeda jauh dari harapanku. Apa yang diinginkannya, berbeda jauh
dengan apa harapku.
Sekarang, aku sudah belajar untuk tidak peduli.
Benar-benar berusaha untuk tidak peduli padanya. Apa yang selama ini kulakukan,
tidak lagi kulakukan. Menjadikan dia sebagai pembahasan dalam cerita-ceritaku
bersama kawanku, mencari tahu posisi hingga apa yang dia lakukan, kini, sudah
tidak kulakukan lagi.
Sedih? Itu pasti. Tidak ada perempuan yang tidak akan
merasa sedih jika ia berada di posisiku. Sebenarnya, apa yang dia lakukan sudah
benar. Aku juga menginginkan ini terjadi. Aku juga ingin dia menjalani
kehidupan bebasnya, dengan syarat tidak ada yang akan ia rugikan, terutama
diri, agama dan masa depannya. Tapi tetap saja, menyedihkan rasanya mengetahui
jika ia benar-benar tak pernah melihat ke arahku. It’s hurt.
Dia, dia telah membuatku mengerti, bagaimana seorang
perempuan merelakan sebelum memiliki. Dia telah memberitahuku arti kata
mengikhlaskan. Dia membuatku memilih usai atas kisah yang belum sempat kumulai.
Benar-benar ini menjadi pelajaran yang tidak akan pernah kulupakan. Bagaimana
bisa lupa? Seseorang yang mengajarkannya saja sudah menjadi mustahil untuk
bisa kuhilangkan dari otakku.
Tetap saja, aku benar-benar tidak peduli lagi
dengannya. Siapa ‘adik’ kesayangannya, itu bukan peduliku lagi. Biarlah dia!
Aku juga memiliki kehidupan yang harus kujalani dengan perasaan nyaman dan tenteram,
tanpa ada gangguan rasa penasaran akan dirinya. Aku juga memiliki kehidupan
yang harus kuhadapi dengan jiwa yang kuat, bukan lemah karena memikirkannya.
Aku juga punya kehidupan yang harus kuhadapi dengan senyuman bahagia, tanpa ada
rasa sedih karenanya.
Sudah cukup main-mainnya. Berhenti memperburuk diri.
Berhenti dari perasaan yang hanya membuat tidak fokus terhadap apa tujuan hidup
sebenarnya. He’s no good for me :D, No! I’m no good for him. That’s right?

Tidak ada komentar:
Posting Komentar