“Anggap
saja aku sedang balas budi atas kebaikanmu. Ya walaupun rasa ini telah kupupuk
sendiri dan terpaksa kucabut juga untukmu” –Natalia,
BeyondW.
Parangbanoa, 26 Februari 2018. 19:50
WITA
---Melly Goeslaw – Kembalikan Lagi Senyumku---
Jangan heran, ketika kau membaca tulisan ini, tak
satupun dalam pembahasanku yang berkaitan dengan judul di atas. Ini karena,
judul adalah langkah terakhir pembuatan tulisan ini, dan saat itu aku mengingat
satu kata yang dia tujukan padaku ketika dulu: aneh!
~
Dia tidak perlu tahu, betapa sedih diriku sekarang
karenanya. Dia juga tidak perlu tahu, seberapa besar usahaku untuk bisa
melupakannya. Tidak ada yang perlu dia lakukan jika itu berhubungan denganku,
dengan perasaanku, sungguh. Dia hanya perlu menjalani kehidupan yang selama ini
ia ingin jalani, dia hanya perlu berbahagia.
Aku juga akan menjalani kehidupanku seperti sebelumnya,
seperti ketika aku masih belum mengenal perasaan diam-diam yang terpendam. Karena aku tahu, aku tidak boleh egois. Aku
tidak boleh hidup dengan hanya memikirkan perasaanku sendiri, tanpa berfikir
jika ada yang akan aku rugikan (termasuk diriku sendiri) dengan diteruskannya
perasaan yang tak seharusnya ini.
Dia tidak perlu tahu, bahwa rasanya sakit ketika dia
mengeluarkan kalimat yang menyinggung perasaan:
‘Siapa lagi namanya? Oh? Darmi!. Sini itu korek!’. Walaupun jika
menurutmu ini biasa saja, tapi sekarang, aku sedang tidak berada dalam mood yang
bisa memaklumi kata-kata menyedihkan.
Sejak September 2016, kita berada dalam satu Jurusan
yang sama! Lupakah kau dengan namaku? Dasar br*ngs*k!
Kupikir, hari ini adalah kali pertama aku merasa marah
kepadanya. Aku benar-benar tidak menyangka, dia yang selama ini begitu kusukai,
dia yang selama ini tidak memiliki setitikpun kekurangan di mataku, mampu
membuatku marah dengan cara yang menyedihkan.
Aku benar-benar benci situasi seperti ini: aku sangat
marah, tapi kenapa aku merasa bahwa aku masih menyukainya? Damn!
~O.O~
Ya meskipun aku marah, tetap saja aku pernah merasa senang
karenanya. Jadi, terimakasih saja. Terimakasih Syar! Kyaaa!!!! MaSya! Aku tahu,
kita berteman, sekarang dan nanti. Tidak ada yang akan berubah, kita akan tetap
seperti ini. Tenang saja, aku tidak akan mengganggumu, apalagi menyakiti orang
itu, orang yang menunggu pulangmu. Aku, juga cukup tahu diri.
AKU TAHU, DIA JAUH
Di bawah langit senja di kota seberang
Aku rindu dengan seseorang
Dia, dia jauh
Semakin aku mencari tahu, semakin aku diberi tahu
Bahwa aku harus selalu menjauh
Kepada dia yang tak seharusnya
Terima kasih sekali lagi, karena telah datang ke
Matematika
-Dari Perindu yang tak tahu malu-
Takalar, 18 Februari 2018
PAHLAWAN
TAK TERDUGA
Parangbanoa-Samata baik-baik sajakah?
Aku tidak, masih rindu
Rasanya sesak, motorku rusak
Tapi, dia datang seperti pahlawan
Apa sebabnya? Disuruh atau mau sendiri?
Syukur, maaf, terimakasih
Aku tahu, aku tahu
Segalanya akan baik-baik saja, jika dia ada
Parangbanoa,
20 Februari 2018
Tidak ada komentar:
Posting Komentar