Maret 11, 2018

ANEH! Satu Kata Banyak Makna [ambigu] #5



“Anggap saja aku sedang balas budi atas kebaikanmu. Ya walaupun rasa ini telah kupupuk sendiri dan terpaksa kucabut juga untukmu” Natalia, BeyondW.
Parangbanoa, 26 Februari 2018. 19:50 WITA
---Melly Goeslaw – Kembalikan Lagi Senyumku---
Jangan heran, ketika kau membaca tulisan ini, tak satupun dalam pembahasanku yang berkaitan dengan judul di atas. Ini karena, judul adalah langkah terakhir pembuatan tulisan ini, dan saat itu aku mengingat satu kata yang dia tujukan padaku ketika dulu: aneh!
~
Dia tidak perlu tahu, betapa sedih diriku sekarang karenanya. Dia juga tidak perlu tahu, seberapa besar usahaku untuk bisa melupakannya. Tidak ada yang perlu dia lakukan jika itu berhubungan denganku, dengan perasaanku, sungguh. Dia hanya perlu menjalani kehidupan yang selama ini ia ingin jalani, dia hanya perlu berbahagia.
Aku juga akan menjalani kehidupanku seperti sebelumnya, seperti ketika aku masih belum mengenal perasaan diam-diam yang terpendam.  Karena aku tahu, aku tidak boleh egois. Aku tidak boleh hidup dengan hanya memikirkan perasaanku sendiri, tanpa berfikir jika ada yang akan aku rugikan (termasuk diriku sendiri) dengan diteruskannya perasaan yang tak seharusnya ini.
Dia tidak perlu tahu, bahwa rasanya sakit ketika dia mengeluarkan kalimat yang menyinggung perasaan:  ‘Siapa lagi namanya? Oh? Darmi!. Sini itu korek!’. Walaupun jika menurutmu ini biasa saja, tapi sekarang, aku sedang tidak berada dalam mood yang bisa memaklumi kata-kata menyedihkan.
Sejak September 2016, kita berada dalam satu Jurusan yang sama! Lupakah kau dengan namaku? Dasar br*ngs*k!
Kupikir, hari ini adalah kali pertama aku merasa marah kepadanya. Aku benar-benar tidak menyangka, dia yang selama ini begitu kusukai, dia yang selama ini tidak memiliki setitikpun kekurangan di mataku, mampu membuatku marah dengan cara yang menyedihkan.
Aku benar-benar benci situasi seperti ini: aku sangat marah, tapi kenapa aku merasa bahwa aku masih menyukainya? Damn!
~O.O~
Ya meskipun aku marah, tetap saja aku pernah merasa senang karenanya. Jadi, terimakasih saja. Terimakasih Syar! Kyaaa!!!! MaSya! Aku tahu, kita berteman, sekarang dan nanti. Tidak ada yang akan berubah, kita akan tetap seperti ini. Tenang saja, aku tidak akan mengganggumu, apalagi menyakiti orang itu, orang yang menunggu pulangmu. Aku, juga cukup tahu diri.
AKU TAHU, DIA JAUH
Di bawah langit senja di kota seberang
Aku rindu dengan seseorang
Dia, dia jauh
Semakin aku mencari tahu, semakin aku diberi tahu
Bahwa aku harus selalu menjauh
Kepada dia yang tak seharusnya
Terima kasih sekali lagi, karena telah datang ke Matematika
-Dari Perindu yang tak tahu malu-
Takalar, 18 Februari 2018
PAHLAWAN TAK TERDUGA
Parangbanoa-Samata baik-baik sajakah?
Aku tidak, masih rindu
Rasanya sesak, motorku rusak
Tapi, dia datang seperti pahlawan
Apa sebabnya? Disuruh atau mau sendiri?
Syukur, maaf, terimakasih
Aku tahu, aku tahu
Segalanya akan baik-baik saja, jika dia ada
Parangbanoa, 20 Februari 2018

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

© DYS - Twenty Three | Blogger Template by Enny Law