Parangbanoa. Kamis, 01
Februari 2018. 18:48 WITA
Apakah kau tau, bagaimana perasaanku saat ini? Itu sama
saja ketika kau tau bahwa orang yang kau sukai sudah dijodohkan oleh orang
tuanya.
Apakah kau tau, apa respon pertamaku ketika mendengar
berita burung ini? Tanpa kata, hanya air mata.
Apakah kau tau, apa rencanaku kedepannya perihal
perasaan ini? Seperti yang kawanku katakan ‘mengakhiri sesuatu yang tidak
pernah kumulai’.
Membunuh perasaan, menghilangkan perasaan, mengakhiri
perasaan, mencoba melupakan. Sesuatu seperti itu, akan kucoba untuk lakukan.
Jika kau pernah membaca tulisanku sebelumnya, aku pernah bilang, “aku tidak
akan pernah menyukai seseorang yang sudah memiliki pasangan”. Hal itu sesuai dengan situasiku saat ini.
Rasanya, aku ingin menjauh sejauh-jauhnya hingga aku
takkan pernah melihatnya lagi, jika bisa sejauh jarak dari Matahari ke Pluto. Harapan
jika ada, akan kutenggelamkan di Laut Cina Selatan agar dimakan oleh hiu. Akan
kujatuhkan di gunung Everest Himalaya agar retak hingga hancur atau jika bisa
di air terjun Angel, Venezuela. Dan akan kubunuh oleh nyata agar aku terbangun
dari kepalsuan mimpi yang tidak ada akhirnya.
Sekarang aku tau, betapa membahayakannya menyukai
seseorang yang belum benar-benar dikenal. Terkadang, seseorang yang terlihat
tidak peduli perihal hati dan perasaan ternyata menyimpan kisah yang
orang-orang tidak akan mampu menebaknya.
Tidak salah lagi, quotes Boy Candra yang ia jadikan
caption dalam kirimannya pada 23 April yang mengatakan “Jaga hatimu di sana,
sebab cintaku selalu memilihmu di sini”, adalah untuk seseorang perempuan
beruntung yang telah ia beri rasa sejak dulu. Seseorang yang menunggu
pulangnya.
Namanya S***, seseorang ke empat setelah Ayah, Lee
Minho dan JN yang berhasil membuatku menjatuhkan cairan bening yang orang-orang
sebut sebagai air mata.
Selamat Berbahagia! Apapun pilihanmu, apapun jalanmu,
aku akan mendukungmu,-
Secret Admirer? Dia telah berakhir.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar