Januari 24, 2018

Cinta Di Ujung Pena #1

source: buqara.kz

Cinta di ujung pena, bagiku akan membahas perihal perasaan sendirian. Yang sudah menjadi risiko memiliki perasaan yang tak diungkapkan. Perasaan diam-diam. Ketika mulut tidak mampu lagi menuturkan rasa. Biarlah tulisan yang melakukan. Karena tulisan akan mengungkapkan dengan tegas tanpa basa-basi dan rasa malu bahwa ‘Aku Suka Padamu’
Hujan di Januari, Desember yang membawa banyak temu. Temu yang menghasilkan banyak rindu.
Karena diam-diamnya sudah dimulai sejak Januari lalu, maka saat ini ia sudah berumur 1 tahun. Aku ingin kembali menuliskan surat untuknya. Surat yang tidak akan pernah sampai padanya. Kecuali jika takdir berkata lain dan mempertemukan surat ini dengannya..
Assalamualaikum,, padamu
Selamat malam seperti apa yang harus ku ucap pada kau yang tak pernah melihatku.
Akan kujawab pertanyaan yang sudah dua kali kau tanyakan kepada kawanku. Perihal keanehanku. Aku akui, aku seperti perempuan tidak waras ketika di depanmu. Aku selalu lari darimu, aku sering melewati jalan yang jauh darimu. Tapi yang sebenarnya adalah aku salah tingkah denganmu. Karena kau bukan orang biasa yang bisa kuhadapi dengan ‘biasa-biasa saja’. Kau berbeda, kau adalah seseorang penting bagiku.
Aku ingin kau melihatku dengan aku terlihat baik. Tapi itu tidak akan pernah terjadi jika aku menunggu waktu aku menjadi baik. Jadi aku tidak akan pernah siap untuk bertemu denganmu.
Aku hanya selalu siap berada di belakangmu. Biarlah kau tak melihatku, asalkan aku selalu melihatmu. Aku akan mengikuti jejakmu, kemanapun kau pergi. Maksudku, aku akan berusaha.
Perihal hujan di Januari 2018 yang menghasilkan banyak rindu, iya, aku sering rindu. Aku bukannya rindu padamu, aku hanya rindu melihatmu. Hanya melihat, boleh ‘yah?
Sekarang pukul 21:38 WITA, 20 Januari 2018. Aku sedang di kamarku menikmati hujan. Kau di sana sedang apa? Apa kau sedang sibuk? Baik-baik sajakah kau? Apa kau merasa senang?
Biarkan aku melakukan ini, karena jika tidak aku mungkin akan merasa terbebani jika memendamnya sendirian. Jadi lebih baik aku membaginya kepada tempat bercerita yang bisa menjaganya agar menjadi abadi. Tempat bercerita yang bisa mengingatkanku bahwa malam ini aku sedang rindu.
Kau! S! ASH! Kau dimana sekarang? Sekali lagi, jangan lakukan hal-hal yang akan merugikan dirimu. Jangan membuatku rugi karena menyukai dirimu. Kau! Jangan begadang jika itu tidak penting, itu akan membuatmu mengantuk di siang hari nantinya, itu akan mengganggu kuliahmu nantinya. Jangan tidur sembarangan, itu tidak apa-apa jika tempat yang kau tiduri nyaman, tapi bagaimana jika itu malah membuatmu menambah lelah? Siapkah kau bertanggung jawab oleh  rasa khawatir ibumu akibat ulahmu? Jadilah orang yang kukenal, yang selalu bijak dalam memutuskan sesuatu.
Wassalam,
Your Secret Admirer.,

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

© DYS - Twenty Three | Blogger Template by Enny Law