April 30, 2019

Catatan Abnormal Si Melankolis


Samata, 24 Februari 2019

Assalamualaikum.

Hm, apa ya. Kupikir aku memang pantas dikatakan si melankolis, atau bisa juga si perempuan munafik, atau atau... si pelakon ulung. Di sini, di dalam tulisan aku merasa bebas untuk mengungkapkan apa saja yang tidak berani aku ungkapkan kepada orang lain. Di sini aku tidak memiliki rasa malu jika saja ada seseorang yang membacanya. Toh, identitasku tidak dikenal mereka. Mereka tidak akan menemukan aku di kehidupan nyata.

Katakanlah aku munafik. Katakanlah aku memang pandai melakukan sandiwara. Karena memang itu benar. Malam ini, sekali saja aku ingin menjadi diriku sendiri. Biarkan saja jika kalian akan menyebutku terlalu lebay, karena beginilah aku, inilah diriku yang sebenarnya. Ingin sekali aku menangis, tapi tapi, air mataku tidak bisa keluar. Rasanya sesak, tapi tetap saja air mataku tertahan. Aku ingin menangis, pergi.

Aku merasa lelah karena terus bersandiwara. Di depan mereka, kupikir mereka akan mampu menebak isi hatiku yang sebenarnya, nyatanya mereka aku bisa bodohi dengan lakonku. Mereka percaya dengan aku yang bersikap biasa seolah baik-baik saja. Mereka percaya dengan aku yang mengatakan  tidak peduli urusan apapun tentang hal itu lagi.

Aku merasa lelah, tapi mana mungkin aku akan bersikap jujur? Toh, tidak akan ada yang peduli. Jadi mungkin hanya di sini, dalam sebuah tulisan, aku bisa jujur bahwa aku tidak baik-baik saja, sakit sekali rasanya. Sakit sekali.

Kapan ya aku bisa keluar dari situasi ini? Kapan aku bisa pergi dari kenyataan yang masih belum bisa kuterima ini? Aku ingin bebas.

Terima kasih, ya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

© DYS - Twenty Three | Blogger Template by Enny Law