Februari 24, 2019

Kamu dan Luka


Kepada Aku:
Jika kemarin begitu ingin menjadi bagian dari mimpi-mimpimu
Jika dulu begitu gencar mencari tahu bagaimana sosokmu
Jika dulu tak ada hari yang lebih membahagiakan dari hari bersama denganmu

Aku pernah menjadi yang paling khawatir
Aku pernah menjadi yang paling peduli,
bahkan lebih dari kepada diriku sendiri.
Aku pernah menjadi yang paling sakit,
yang  hingga kini kau tak pernah tahu,
atau mungkin sengaja tidak ingin tahu.

Kepada Kamu,
Luka yang tidak pernah aku duga
Seperti sengaja berlama-lama mengisi sukma
Perlahan-lahan menggerogoti jiwa yang dahaga
Akhirnya, yang tertinggal hanya raga yang melemah

Suatu malam di sudut kamar, aku menemui sisa-sisa tentangmu
Membawaku kembali ke ruang bahagia tak berperi
Hingga semua jatuh bersama air mata yang meluruh

Aku pernah begitu bahagia
Sampai-sampai lupa jika nantinya akan ada duka
Wajahku pernah begitu berseri
Hingga akhirnya menjadi rapuh, tiba-tiba tidak kukuh
Itu juga karenamu.

Aku tidak ingin berterima kasih,
Takkan ada rasa syukur, untuk kesedihan yang tak terukur
Kamu tidak lebih dari potongan masa lalu
Yang selalu berontak hadir di setiap jejak perjalanan
Mencari celah untuk kemudian mengisinya dengan pecah

Kepada Aku:
Semua tentangmu, yang kini tersisa hanyalah luka.

~dys (Catatan di suatu sore di sisi kamar yang meremang)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

© DYS - Twenty Three | Blogger Template by Enny Law