Juli 23, 2018

Rindu #9



Selamat siang!
Karena sekarang aku sedang merindukannya. Entah sudah berapa lama aku tak melihatnya. Rasanya, aku seperti rindu. Jujur saja, keinginan untuk bersama dengannya di hari esok sudah tidak ada. Tapi tetap saja aku masih peduli padanya. Tetap saja aku ingin mendengar kabarnya. Tetap saja aku ingin dia muncul. Tetap saja aku ingin dia mengatakan dengan jelas bahwa dia sedang baik-baik saja.

Aku iri kepada siapapun perempuan di luar sana yang dengan bebas, mengungkapkan perasaannya. Aku iri kepada siapapun perempuan di luar sana yang tanpa rasa malu berlebihan, mampu bersua dengan orang yang disukainya. Aku benar-benar iri. Aku ingin seperti mereka. Tapi, seberapa kalipun ku coba melakukannya, tetap saja aku tidak mampu. Ini lebih sulit dari soal persamaan diferensial biasa yang diberikan oleh dosen :(

Sebelum memulai, aku sudah menyerah lebih dulu. Karena ku pikir, aku adalah perempuan yang memegang teguh prinsip ‘perempuan sudah ditakdirkan untuk menunggu dan menerima.’ Kau yang membaca ini, apakah kau tahu bagaimana merelakan sebelum memiliki? Menyerah sebelum memulai? Atau usai dari kisah yang belum sempat kau mulai? Kupikir aku tahu.

Kepada kau yang tak pernah menunjukkan perasaan (atau benar-benar tak memiliki hati?). Semoga kau selalu sehat. Kau tak perlu tahu, nama siapa yang selalu ku sebut di sepertiga malamku, kau juga tak perlu tahu, tentang aku yang hari ini sedang rindu.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

© DYS - Twenty Three | Blogger Template by Enny Law