Selamat siang!
Karena sekarang aku sedang merindukannya. Entah sudah
berapa lama aku tak melihatnya. Rasanya, aku seperti rindu. Jujur saja,
keinginan untuk bersama dengannya di hari esok sudah tidak ada. Tapi tetap saja
aku masih peduli padanya. Tetap saja aku ingin mendengar kabarnya. Tetap saja
aku ingin dia muncul. Tetap saja aku ingin dia mengatakan dengan jelas bahwa
dia sedang baik-baik saja.
Aku iri kepada siapapun perempuan di luar sana yang dengan
bebas, mengungkapkan perasaannya. Aku iri kepada siapapun perempuan di luar
sana yang tanpa rasa malu berlebihan, mampu bersua dengan orang yang
disukainya. Aku benar-benar iri. Aku ingin seperti mereka. Tapi, seberapa
kalipun ku coba melakukannya, tetap saja aku tidak mampu. Ini lebih sulit dari
soal persamaan diferensial biasa yang diberikan oleh dosen :(
Sebelum memulai, aku sudah menyerah lebih dulu. Karena ku
pikir, aku adalah perempuan yang memegang teguh prinsip ‘perempuan sudah
ditakdirkan untuk menunggu dan menerima.’ Kau yang membaca ini, apakah kau tahu
bagaimana merelakan sebelum memiliki? Menyerah sebelum memulai? Atau usai dari
kisah yang belum sempat kau mulai? Kupikir aku tahu.
Kepada kau yang tak pernah menunjukkan perasaan (atau
benar-benar tak memiliki hati?). Semoga kau selalu sehat. Kau tak perlu tahu,
nama siapa yang selalu ku sebut di sepertiga malamku, kau juga tak perlu tahu,
tentang aku yang hari ini sedang rindu.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar