Juni 29, 2018

Sesak #8



Parangbanoa, 28 Juni 2018
Dulu, dia mungkin menjadi alasan utamaku untuk rajin mengikuti kegiatan itu. Tapi sekarang, ia menjadi alasan utamaku untuk tidak menghadiri kegiatan itu. Dulu, aku datang ke tempat itu karena ingin melihatnya. Tapi sekarang , aku datang ke tempat itu karena ingin menghindarinya.
Semalam, aku tidak bisa menutup mataku dengan tenang. Selain dari rasa sakit di tenggorokanku, aku memiliki rasa sakit di bagian dalam dadaku. Tapi rasa sakit itu tidak penting. Setidaknya, aku telah memiliki alasan untuk bangkit kembali. Tidak lagi terkungkung oleh lagu-lagu dan kata-kata sedih. Semuanya tergantikan oleh lagu rock dan kata-kata yang memaksaku terlepas dari perasaan sepihak, yang selama ini memenjarakan pikiran logis dan bahagiaku.

Semalam, tekadku telah bulat. Untuk membuktikan bahwa aku tidak lagi memiliki perasaan apapun padanya, bahkan hanya perasaan kepada seorang teman, aku ingin memblokir semua media sosial dirinya yang berhubungan denganku. Demi meredam segala rasa ingin tahuku tentangnya.

Dia sepertinya tidak tahu, diamnya seorang perempuan adalah bentuk perasaan tulus kepada lelakinya. Tapi diamnya seorang lelaki adalah bentuk kejahatan paling mematikan kepada perempuannya.

Semalam, tepat  pukul 02:42 dia telah memukulku telak. Dia telah berhasil membuktikan bahwa orang yang begitu kusukai adalah laki-laki terjahat sedunia. Dia memberitahuku sendiri bahwa selama ini aku telah menyukai orang yang salah. Perasaan yang kumiliki adalah salah. Aku telah melakukan kesalahan dengan menyukai orang yang seperti dirinya.

Terima kasih telah menunjukkan sikap seolah kau memberi harapan, juga terima kasih telah menunjukkan sikap seolah kau tak pernah memberi harap.
~Ah, bodoh memang.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

© DYS - Twenty Three | Blogger Template by Enny Law