Assalamualaikum,
Halo guys!
Kali ini saya muncul
dengan topic yang berbeda, jika kemarin saya membawakan topic yang berbau alam,
perasaan, buku dan sejenisnya, kali ini saya menulis tentang salah satu benda
yang paling saya benci di dunia. Rokok! Oke, before we start let’s say
Basmalah, hehehe.
Sejujurnya, jika saya
memikirkan rokok saya sering merasa sedih. Saya benci rokok, benci asap rokok,
benci penemu rokok, namun untuk membenci perokok rasanya tidak bisa. Bagaimana
tidak? Orang-orang terdekat saya rata-rata perokok, hiks. Mulai dari bapak,
sepupu, om, teman, sampai pada orang yang saya sukai *ehh,, kehidupanku miris
sekali yaa.
Saya terkadang heran
dengan mereka semua. Jelas-jelas di pembungkus rokok sudah terpampang nyata bahwa
rokok is dangerous, dapat menyebabkan kanker, serangan jantung,
impotensi gangguan kehamilan dan janin. Selain itu dapat membahayakan
keturunan, asapnya juga membahayakan para perokok pasif (orang yang bukan
perokok namun menghisap asap rokok yang dihasilkan perokok like me), kenapa
masih merokok juga?
Bahan kimia yang ada dalam
rokok salah satunya adalah nikotin, nikotin ini meninggalkan efek candu
bagi si perokok, ini candu yang berbahaya (tidak seperti dia yang jadi candu
bagi saya, sama sekali tidak berbahaya *ups). Nikotin ini merupakan zat racun
dari daun tembakau, biasa digunakan dalam dunia farmasi untuk dijadikan bahan
insektisida yang berfungsi sebagai pembunuh serangga. Jadi, merokok sama saja
menghisap obat pembunuh serangga.
Bahan kimia kedua ada tar
yang bersifat karsinogenik. Nah, karsinogenik inilah senyawa yang menjadi
penyebab kanker. Ketiga adalah sianida, ini dia senyawa yang sudah viral
guys. Sianida itu senyawa beracun yang jika dosisnya masuk ke tubuh secara
berlebihan, maka kamu akan berakhir sama dengan kisah perempuan yang meminum
kopi di salah satu restoran kopi di Jakarta Pusat. Kandungan sianida dalam
rokok bisa dikatakan sedikit sehingga perokok tidak langsung is dead ketika
mencoba. Namun perlahan tapi pasti, mereka mendekati detik-detik terakhir kehidupan
mereka:(
Saya jadi sedih lagi…
Selain tiga bahan kimia
yang saya sebutkan, masih banyak lagi bahan kimia lain yang membahayakan
kesehatan. Mereka, para perokok tahu betul hal itu, tapi mereka tetap saja
menjadikan rokok sebagai asupan sehari-hari. Makanya saya dibuat heran, apa
yang ada dalam pikiran mereka? Tidakkah mereka menyayangi tubuh dan kesehatan
mereka sendiri? Tidakkah mereka memikirkan perasaan orang-orang terdekat mereka
yang akan dibuat susah tubuh serta batinnya jika terjadi sesuatu akibat benda
terkutuk itu? Jika mereka para perokok menjawab pertanyaan saya ini, saya yakin
mereka hanya membual tentang dampak yang mereka katakan ‘positif’ itu.
Well, tetap saja dalam
lubuk hati saya yang paling dalam. Saya selalu berharap bahwa mereka bisa
menghentikan kebiasaan buruk yang merugikan itu. Kepada para perokok yang
sempat dan sampai sekarang saya sayangi, kepada bapak, teman-teman dan kamu,
semoga kalian mampu berhenti merokok, atau jika tidak, semoga tubuh kalian
kebal terhadap segala senyawa berbahaya yang dikandung rokok. Aamiin.
Sekian. Wassalam,-
--darmianiys--

Hmmm. Semoga saja ya. Nasib kita sama *hiks
BalasHapus