September 29, 2018

I Will Talk About “Rokok”




Assalamualaikum, Halo guys!
Kali ini saya muncul dengan topic yang berbeda, jika kemarin saya membawakan topic yang berbau alam, perasaan, buku dan sejenisnya, kali ini saya menulis tentang salah satu benda yang paling saya benci di dunia. Rokok! Oke, before we start let’s say Basmalah, hehehe.

Sejujurnya, jika saya memikirkan rokok saya sering merasa sedih. Saya benci rokok, benci asap rokok, benci penemu rokok, namun untuk membenci perokok rasanya tidak bisa. Bagaimana tidak? Orang-orang terdekat saya rata-rata perokok, hiks. Mulai dari bapak, sepupu, om, teman, sampai pada orang yang saya sukai *ehh,, kehidupanku miris sekali yaa.

Saya terkadang heran dengan mereka semua. Jelas-jelas di pembungkus rokok sudah terpampang nyata bahwa rokok is dangerous, dapat menyebabkan kanker, serangan jantung, impotensi gangguan kehamilan dan janin. Selain itu dapat membahayakan keturunan, asapnya juga membahayakan para perokok pasif (orang yang bukan perokok namun menghisap asap rokok yang dihasilkan perokok like me), kenapa masih merokok juga?

Bahan kimia yang ada dalam rokok salah satunya adalah nikotin, nikotin ini meninggalkan efek candu bagi si perokok, ini candu yang berbahaya (tidak seperti dia yang jadi candu bagi saya, sama sekali tidak berbahaya *ups). Nikotin ini merupakan zat racun dari daun tembakau, biasa digunakan dalam dunia farmasi untuk dijadikan bahan insektisida yang berfungsi sebagai pembunuh serangga. Jadi, merokok sama saja menghisap obat pembunuh serangga.

Bahan kimia kedua ada tar yang bersifat karsinogenik. Nah, karsinogenik inilah senyawa yang menjadi penyebab kanker. Ketiga adalah sianida, ini dia senyawa yang sudah viral guys. Sianida itu senyawa beracun yang jika dosisnya masuk ke tubuh secara berlebihan, maka kamu akan berakhir sama dengan kisah perempuan yang meminum kopi di salah satu restoran kopi di Jakarta Pusat. Kandungan sianida dalam rokok bisa dikatakan sedikit sehingga perokok tidak langsung is dead ketika mencoba. Namun perlahan tapi pasti, mereka mendekati detik-detik terakhir kehidupan mereka:(

Saya jadi sedih lagi…

Selain tiga bahan kimia yang saya sebutkan, masih banyak lagi bahan kimia lain yang membahayakan kesehatan. Mereka, para perokok tahu betul hal itu, tapi mereka tetap saja menjadikan rokok sebagai asupan sehari-hari. Makanya saya dibuat heran, apa yang ada dalam pikiran mereka? Tidakkah mereka menyayangi tubuh dan kesehatan mereka sendiri? Tidakkah mereka memikirkan perasaan orang-orang terdekat mereka yang akan dibuat susah tubuh serta batinnya jika terjadi sesuatu akibat benda terkutuk itu? Jika mereka para perokok menjawab pertanyaan saya ini, saya yakin mereka hanya membual tentang dampak yang mereka katakan ‘positif’ itu.
Well, tetap saja dalam lubuk hati saya yang paling dalam. Saya selalu berharap bahwa mereka bisa menghentikan kebiasaan buruk yang merugikan itu. Kepada para perokok yang sempat dan sampai sekarang saya sayangi, kepada bapak, teman-teman dan kamu, semoga kalian mampu berhenti merokok, atau jika tidak, semoga tubuh kalian kebal terhadap segala senyawa berbahaya yang dikandung rokok. Aamiin.

Sekian. Wassalam,-

--darmianiys--

1 komentar:

© DYS - Twenty Three | Blogger Template by Enny Law