Story of my life, my love, and my world
September 20, 2021
You're Gone, But Not Forgotten
IDK you yet - My Favorite Person
![]() |
| Profil kita yang bersamaan seperti ini saja, aku sudah senang:') |
Makassar, 19 September 2021
Pukul 11 malam hari.
Sudah setahun lebih, kuhabiskan waktu dengan tidak mengisi blog. Ada banyak cerita yang sudah lewat, bahagia, sedih, terharu maupun kosong. Ada juga banyak kisah yang bersambung, atau mungkin sudah tamat. Tapi, aku akan menceritakannya lain kali. Karena kali yang ini aku ingin menceritakan tentang manusia favoritku, karya seni paling indah yang kuharapkan bisa kusentuh sekali saja. Tapi sayangnya, itu hanyalah harapan belaka, banyak hal yang melarang. Semesta salah satunya.
Alasan awal vakum menulis karena sibuk dengan drama perskripsian dan wisuda. Setelahnya mungkin sibuk mencari kerja yang sesuai, mengerjakan pekerjaan yang ada, dan membatin tentang diri sendiri, sisanya kosong.
Kembali ke topik utama, sang manusia favorit. Namanya Anshul, itu adalah nama yang ia sebutkan ketika pertama kali berkenalan denganku. Nama panggilan, karena nama lengkapnya cukup panjang dan aku ingin menjaga privasi dengan tidak menyebutkannya di sini. Panggilannya saja sudah indah bukan? Seperti orangnya. Aku yakin, ketika menciptakannya, mungkin Tuhan sedang tersenyum dan bahagia. Sedihnya, ia tidak percaya Tuhanku.
Tahun 2019 adalah kali pertama aku mengenalnya. Kenal sepihak, karena hanya aku yang memperhatikan sedangkan ia tidak. Jadilah aku menjadi pengagum diam-diam, tapi itu sudah tidak berlaku lagi ketika 23 Juni 2020, aku berhasil mendapatkan perhatiannya dan mulai berkirim pesan melalui WhatsApp. Senang sekali rasanya, seperti mendapat perhatian Lee Minho (aktor korea favoritku sejak 2009 hingga sekarang-dan akan terus berlanjut). Jelas saja aku menyamakannya dengan Lee Minho, karena mereka berdua sama-sama tidak tergapai olehku. Ya walaupun Lee Minho tidak mungkin membalas pesan-pesanku, bertanya kabar ataupun kegiatanku, seperti sang manusia favorit, hehe.
Dia mungkin tidak tahu, betapa berdebarnya jantungku ketika melihat notifikasi pesannya di layar handphoneku. Betapa aku menunggu setiap pesan yang ia kirimkan. Betapa aku mengharapkan momen ketika aku bisa melihatnya dengan mata telanjang tanpa batas layar handphone. Menyedihkan sekali, tapi candu kau tahu?
Jika ada hari yang paling kusyukuri keberadaannya, itulah hari ketika dirinya lahir. Hari ini 19 September 2021, tepatnya 23 tahun yang lalu. Terima kasih semesta, telah menghadirkannya.
Jika kalian bertanya apakah aku pernah bertemu dengannya? Ya, sering. Selain melalui media sosial, kami juga bertemu dalam mimpi-mimpiku. Haha menyedihkan lagi ya? Tidak apa-apa, aku juga menyadarinya. Kalian bisa menyebutku sad girl jika tentang manusia favorit ini, aku tidak akan keberatan.
Alasan dia tidak tergapai karena kami berbeda. Banyak perbedaan. Selain berbeda lokasi tempat tinggal, beda keyakinan, beda adat, kami juga beda perasaan, sepertinya. Hahahha. Jauh sekali. Maksud dari berbeda lokasi ya karena dia tidak tinggal di Makassar. Dia juga tidak tinggal di daerah Sulawesi bagian lain, Jawa, Sumatera, Kalimantan maupun Papua. Iya, dia bukan orang Indonesia.
Ada satu waktu ketika aku ingin berkata kepadanya, aku akan mendatanginya, menemuinya di kota kelahiran. Tapi aku takut itu hanya akan menjadi sebuah janji. Biarkan saja aku berusaha dulu memenuhinya, setelah itu baru memberitahu, itu rencanaku. Jika kamu yang membacanya tidak keberatan, ku harap kau mengamini rencanaku. Ya, aku memang se-suka itu, hingga memiliki tekad untuk mendatanginya. Karena mungkin, jika yang kuharapkan adalah dia yang datang ke Indonesia--untuk bertemu denganku, kurasa itu sulit. Jelas saja, aku baginya mungkin hanya teman biasa dari negara asing. Teman biasa, seperti perasaannya yang biasa-biasa saja. Hehe
Random dan tidak jelas sekali tulisanku ini, ya? Maafkan.
NowListening: Alexander 23-I don't know you yet.
About Me
Cari Blog Ini
Halaman
MaGirls
Perempuan-Perempuan Matematika❀❀❀
BEST ON HIGH SCHOOL
Saat pembuatan film pendek 'horor'
Girls of Accel05 Spensas
Quotes
Sejatinya Cinta itu mengerti dan memberi. Tanpa harus diberi dan dimengerti. -Dodiansyah Ahmad
Popular Posts
-
Selamat malam kuucapkan kepada yang membaca tulisan ini di malam hari. Jika kamu membacanya bukan di malam hari, maaf saja, aku tidak kenal...
-
Parangbanoa, 09 Juli 2018. 21:30 WITA. Jika kau bertanya apakah aku merindukannya atau tidak. Jawabannya sudah jelas aku merindu...
-
Untuk seseorang yang telah berpuluh purnama tidak merasa deg-degan, tidak merasakan berbunga-bunga, tidak jatuh cinta. Mungkin akan merasa...
Label
- Abnormal (33)
- Catatan Harian (25)
- Prosa (11)
- Puisi (11)
- Move On (7)
- Histori (6)
- Lagu (5)
- Rindu (4)
- UIN Alauddin Makassar (3)
- HMJ Matematika (2)
- Novel (2)
- Resensi Buku (2)
- angka_uinam (2)
- bestfriends (2)
- matematika (2)
- trigonometri_uinam (2)
- Filsafat Matematika (1)
- Kesehatan (1)
- Keterbagian (1)
- Perkusi (1)
- Salis (1)
- art percussion (1)

